Tampilkan postingan dengan label Laporan hasil observasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan hasil observasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2016

Teks Laporan Hasil Observasi



Kantin Sekolah Dian Harapan Daan Mogot
Kantin berasal dari bahasa Belanda kantine yang artinya adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Makanan yang disediakan kantin haruslah bersih dan halal. Jenis-jenis makanan yang disediakan pun minimal harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Biasanya para pembeli harus mengantri dalam sebuah jalur yang disediakan untuk membeli makanan. Kantin sendiri juga memiliki prosedur dan peraturan yang harus diikuti oleh pengunjungnya. Kantin biasanya berada di sekolah-sekolah, sebagai tempat bagi para murid untuk makan.
Jika dilihat, kantin memiliki banyak fungsi yaitu untuk memenuhi kebutuhan pangan siswa dan guru, tempat menjual makanan dengan harga yang lebih murah, sebagai tempat berkumpulnya siswa-siswi saat istirahat, memajukan ekonomi sekolah, dan sebagai penyalur barang-barang produksi. Kantin menjual makanan dengan harga yang lebih murah dan terjangkau dibandingkan dengan makanan yang dijual di tempat makan lainnya. Murid sering menganggap kantin sebagai tempat untuk berkumpul. Oleh sebab itu, kantin seringkali ramai disebabkan oleh obrolan siswa. Sekolah Dian Harapan, memiliki 2 buah kantin yaitu kantin senior dan kantin junior.
Kantin senior Dian Harapan Daan Mogot, terletak di bagian atas kolam berenang dan perpustakaan yang terlatak di sebelah lapangan basket. Kantin juga berhadapan dengan koridor kelas Bahasa Indonesia, yang terletak di gedung SMA. Kantin berbentuk terbuka dengan atap kanopi diatasnya. Terdapat 2 cara untuk mengakses kantin. Cara pertama adalah dengan naik tangga di samping kolam berenang. Cara yang kedua adalah dengan naik tangga melewati koridor SMA di lantai 3. Kantin memiliki lantai keramik dengan pola gradasi putih krem. Kantin senior ini, digunakan oleh siswa-siswi SMP dan SMA. Sesampainya di kantin, kalian akan menghadapi aroma makanan yang lezat, juga pemandangan meja dan kursi di sepanjang kantin. Kantin senior memiliki 33 buah meja dan 65 kursi yang digunakan. Sementara itu, terdapat 2 kursi yang tidak digunakan. Meja dan kursi berbentuk panjang dengan warna biru. Kantin Senior juga memiliki 3 wastafel untuk mencuci tangan. Tetapi hanya 2 yang berfungsi.
Kantin diterangi dengan 21 buah lampu dan dilengkapi dengan 6 kipas angin.  Oleh sebab itu, keadaan kantin selalu segar dan tidak panas, juga memiliki penerangan yang baik. Kebersihan kantin juga terjaga dengan adanya 4 tempat sampah yang disebar di kantin. Kantin mendukung adanya sistem daur ulang dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk menaruh botol plastik bekas. Meja dan kursi kantin selalu dibersihkan usai jam makan oleh petugas kebersihan. Kantin dilengkapi dengan bel kebakaran dan alat pemadam api yang digunakan dalam saat berbahaya. Kantin juga dilengkapi dengan CCTV (kamera) untuk mengawasi aktivitas murid yang sedang makan di kantin.
Kantin senior, buka pada pukul 07:30 pagi dan tutup pada pukul 3:30 siang. Kantin mulai dibersihkan pukul 1:30, jam terakhir makan murid SMA. Di kantin senior, terdapat 4 buah stand yang menjual berbagai macam makanan. Stand pertama adalah Kantin Hoki yang dimiliki oleh Bu Yanti. Kantin ini, menjual makanan Indonesia dan Chinese food yang beranekaragam. Berikutnya terdapat Bless Canteen yang dimiliki oleh Tante Lala dan Bu Iwan. Bless Canteen menjual makanan  Indonesia dan es krim. Juga Kantin Ci Vera yang menjual beranekaragam makanan juga krupuk yang diberikan secara gratis. Terakhir, adalah stand Bakso Fantasi yang dimiliki oleh Bu Heni dan Bu Silpi. Stand ini menjual makanan Palembang seperti pempek dan lenggang. Juga makanan lainya seperti bakso, mie, batagor, dan siomay. Setiap stand memiliki kulkas masing-masing yang menjual berbagai jenis minuman. Di depan setiap stand, terdapat container untuk menaruh piring kotor yang sudah digunakan. Para murid yang sudah selesai makan dengan mandiri akan menaruh piring kembali ke tempatnya.
Kantin junior Dian Harapan Daan Mogot  terletak di lantai 1. Letaknya berada di depan koridor SD kelas 1, juga di samping lapangan basket. Kantin ini, memiliki satu akses pintu masuk yaitu lewat koridor drop-off SD. Kantin junior digunakan oleh anak-anak 1-6 SD untuk makan. Kantin junior, dilengkapi dengan 30 meja panjang serta 58 buah kursi untuk makan. Kantin junior, dilengkapi dengan 7 buah kipas yang membuat kondisi kantin tetap segar dan nyaman. Selain itu, kantin juga memiliki 6 buah tempat sampah, sehingga sampah pun tidak berserakan dengan sembarangan. Kantin juga dibersihkan secara rutin oleh petugas kebersihan sehingga kebersihannya terjaga. Kantin dilengkapi dengan 2 wastafel yang memiliki kaca. Kantin buka pukul 07:30 dan tutup pada pukul 3:30. Di kantin junior, juga terdapat ruang penyimpanan untuk menyimpan barang-barang olahraga.
Kantin junior memiliki 5 buah stand yang menjual berbagai macam makanan yang beranekaragam. Stand pertama adalah Bakmi Deciko yang dimiliki oleh Bu Linda dan Om Halim, yang menjual bakmi, bihun, pangsit, nasi tim, dan bakso kuah. Stand berikutnya adalah Japanese Food yang menjual berbagai ragam makanan Jepang. Berikutnya adalah Kantin Berkat dan Kantin Bulan yang menjual berbagai macam makanan Indonesia. Terakhir adalah BoboHut yang menjual berbagai macam makanan ringan seperti roti bakar, jus, biskuit, burger, dan masih banyak lagi. Stand BoboHut juga menjual minuman dingin. Setiap makanan dan minuman yang dijual, memenuhi 4 sehat 5 sempurna sehingga kesehatan dan konsentrasi siswa dalam belajar menjadi lebih baik.
 Kantin dilengkapi 5 rak untuk tempat makan yang diantar atau ditaruh untuk siswa makan. Makanan dapat diantar oleh orangtua pada jam-jam sebelum murid mengadakan makan siang. Jam pengantaran makanan terakhir adalah pukul setengah 12 atau 11:30 siang hari. Makanan yang diantar berupa makanan untuk murid SD, SMP, dan SMA.
Kedua kantin memiliki peraturan yang kurang lebih sama. Pertama adalah kita harus mencuci tangan sebelum makan. Setelah itu kita harus berdoa dan merasa bersyukur atas makanan yang kita terima. Dalam memesan makanan kita harus mengantri dengan tertib dan tidak menyerobot. Kemudian kita harus berbicara dengan suara normal, tidak berteriak-teriak secara sembarangan. Kita harus mengembalikan piring dan alat makan lainnya pada tempatnya. Tidak lupa juga menaruh sampah bekas makanan atau minuman ke dalam tempat sampah. Tinggalkan meja dalam keadaan bersih dan jangan sampai ada barang yang tertinggal.
Jika dibandingkan, kantin senior memiliki ukuran yang lebih besar. Kantin senior juga bersifat outdoor sehingga suasananya pun lebih segar dibandingkan dengan kantin junior yang bersifat tertutup. Akan tetapi, kantin junior memiliki variasi makanan yang lebih lengkap dan beragam. Demikianlah kondisi kantin Sekolah Dian Harapan Daan Mogot. Kantin yang ada harus memenuhi standar kebersihan juga kesehatan makanan. Menurut saya, kantin Dian Harapan sudah memenuhi seluruh hal tersebut. Kebersihan juga dilengkapi dengan inisiatif siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan di kantin dan mengembalikan piring pada tempatnya.(Joseph Andrew 10-8 SMA Dian Harapan Daan Mogot)

Teks Laporan hasil Observasi



Perpustakaan SMP dan SMA Sekolah Dian Harapan Daan Mogot
Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung, atau gedung tersendiri yang berisi buku-buku koleksi. Buku tersebut diatur dan disusun dengan sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca. Secara lebih konkrit, perpustakaan dapat dirumuskan sebagai suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanan koleksi buku pustaka untuk menunjang pendidikan.  Perpustakaan juga merupakan sarana edukatif untuk menambah cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan tidak hanya berisi sebatas buku-buku saja tetapi beraneka ragam.
Perpustakaan memiliki banyak macam, baik yang dikelola oleh pemerintah, swasta, ataupun pribadi. Macam-macam tersebut adalah Perpustakaan Nasional RI, Badan Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Lembaga Keagamaan, Perpustakaan Intersional, Perpustakaan Kantor Perwakilan Negara-negara Asing, Perpustakaan Pribadi atau Keluarga, dan Perpustakaan Digital. Begitu juga dengan Sekolah Dian Harapan Daan Mogot yang memiiliki 2 perpustakaan yaitu perpustakaan untuk SD dan SMP/SMA. Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan Daan Mogot termasuk macam perpustakaan sekolah.
Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan Daan Mogot terletak di gedung baru yang tepatnya di bawah kantin SMP/SMA dan di atas kolam renang. Perpustakaan ini memiliki dua akses yaitu melalui lantai 2 lorong Bahasa Inggris atau melalui kantin SMP/SMA. Perpustakaan ini cukup luas dan nyaman, namun hanya bisa digunakan untuk guru, staf, dan siswa-siswi Sekolah Dian Harapan. Setiap hari Senin sampai Jumat, perpustakaan akan buka dari jam tujuh lewat lima belas menit sampai jam tiga sore. Pada hari libur, perpustakaan akan tutup. Perpustakaan ini dijaga oleh dua pustakawati.
Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan Daan Mogot terbagi menjadi beberapa area dan dua ruangan. Ada area untuk siswa membaca, belajar mandiri, berdiskusi, menggunakan komputer, dan membaca majalah. Area tersebut adalah area yang boleh dipakai oleh siswa. Selain area siswa, ada juga area khusus untuk guru dimana hanya guru yang boleh yang masuk. Ruangan yang ada di perpustakaan ini adalah ruangan audio visual dan ruangan diskusi. Ruangan audio visual dipakai untuk nonton film yang berhubungan dengan pelajaran. Penggunaan ruangan ini perlu ada izin dari guru dan pustakawan. Ruangan diskusi memiliki ruangannya sendiri meskipun di bagian luar ruangan juga ada meja diskusi.
Dalam setiap area yang ada di Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan Daan Mogot terdapat berbagai fasilitas. Fasilitas yang ada adalah 29 rak buku siswa, 1 rak majalah, 3 rak buku baru, 6 rak penitipan barang, 8 rak buku guru, 3 rak pustakawan, 34 meja individu siswa, 11 meja diskusi, 4 meja individu guru, 110 kursi, 8 pendingin ruangan, 53 jendela, 6 lukisan, 1 trolley tempat pengembalian buku, 1 proyektor, 40 lampu, 3 jam dinding, 13 komputer siswa, dan 2 komputer pustakawan. Komputer siswa hanya boleh dipakai untuk mengerjakan tugas. Siswa yang mau memakai komputer harus mempunyai kartu identitas siswa. Di perpustakaan ini juga tersedia wi-fi untuk koneksi internet, namun terkadang wi-fi tidak nyala.
Buku yang ada di Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan Daan Mogot bervariasi, baik buku bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Perpustakaan ini memiliki 12.104 buku pada tahun 2013. Setiap 1 bulan kurang lebih ditambah 40 buku. Jadi jumlah buku sekarang, tahun 2016, ada sekitar 13.384 buku. Buku-buku tersebut terdiri dari 982 buku fiksi Indonesia, 2941 buku fiksi Inggris, 2543 buku non-fiksi Indonesia, 1991 buku non-fiksi Inggris, 537 buku referensi, 508 buku audio visual, 2602 buku teacher resource, dan 537 buku referensi. Macam buku yang ada di perpustakaan ini adalah fiksi, dongeng, cerita rakyat, fabel, autobiografi, biografi, puisi, misteri, esai, drama, dan non-fiksi.
Semua fasilitas yang ada di Perpustakaan SMP/SMA Dian Harapan tidak bisa dipakai dengan semena-semena. Pihak sekolah telah membuat beberapa peraturan. Siapapun yang mengunjungi perpustakaan harus menaati aturannya. Peraturan perpustakaan ini dipajang pada papan Library Policy. Pada papan itu berisi aturan kartu identitas, peminjaman dan pengembalian buku, dan kunjungan perpustakaan.
Setiap siswa, guru, dan staf Dian Harapan secara otomatis memiliki kartu identitas dan menjadi anggota dari perpustakaan. Kartu identitas siswa digunakan untuk kartu perpustakaan. Sama halnya dengan guru dan staf menggunakan kartu identitas mereka sebagai kartu perpustakaan. Kartu identitas dapat dipakai selama siswa, guru, dan staf terdaftar di departemen sekolah. Kartu identitas ini digunakan untuk meminjam dan mengembalikan buku serta meminjam komputer.
Aturan tentang peminjaman dan pengembalian buku cukup banyak. Siswa, guru, dan staf memiliki batas peminjaman yang berbeda-beda. Siswa SMP/SMA hanya boleh meminjam dua buku. Guru tidak memiliki batas peminjaman buku. Staf boleh meminjam 7 buku. Beberapa buku di perpustakaan tidak boleh dipinjam atau hanya bisa dipinjam untuk sementara waktu saja. Pengembalian buku hanya boleh dilakukan saat jam istirahat dan jam buka perpustakaan. Lama siswa boleh meminjam buku adalah 2 minggu sedangkan guru boleh 1 semester, 3 bulan, atau 1 tahun ajaran. Lebih dari batas itu akan ada konsekuensinya. Siswa akan dikenakan denda sebesar Rp. 1.000,- setiap buku dan harinya. Jika sudah mencapai Rp. 50.000,- maka buku akan dianggap hilang. Buku yang hilang atau rusak harus digantikan dengan buku yang sama atau dikenakan denda dengan membayar dua kali lipat harga buku kurs saat itu. Peminjaman buku selanjutnya dilarang jika denda belum lunas. Sebelum akhir tahun pelajaran (bulan Mei), buku dan denda sudah harus dikembalikan dan dilunaskan. Rapot tidak akan dibagi jika masih ada hutang dengan perpustakaan.
Kunjungan perpustakaan siswa sudah ada jadwalnya. Siswa yang mengunjungi perpustakaan di luar jadwal atau pada saat sesi pelajaran harus membawa surat keterangan dari guru pelajaran. Kunjungan kelas harus dikonfirmasi kepada pustakawan terlebih dahulu supaya tidak bertabrakan dengan kelas lain yang bisa menyebabkan perpustakaan jadi ramai. Siswa boleh bertanya pada pustakawan tentang letak pencarian buku atau hal lainnya. Ketika memasuki perpustakaan, siswa atau guru perlu mengisi formulir kunjungan. Formulir itu digunakan untuk pendataan kunjungan perpustakaan.
Perpustakaan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan pendidik dan juga peserta didik, namun kenyataannya sudah jarang yang mau pergi ke perpustakaan. Pada Perpustakaan SMP/SMA Sekolah Dian Harapan Daan Mogot, minat kunjungan siswa ke perpustakaan sedikit. Siswa hanya ke perpustakaan saat ada kunjungan kelas atau tugas yang memang perlu pergi ke perpustakaan. Hal ini sangat disayangkan. Seharusnya siswa tetap mengunjungi perpustakaan karena di sanalah salah satu tempat untuk menambah wawasan. (Fidela 10-8 SMA Dian Harapan Daan Mogot)

Teks Laporan Hasil Observasi



Perpustakaan Sekolah Dian Harapan daan Mogot
Oleh Dave (10-7)
Sebuah perpustakaan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), memiliki pengertian sebagai tempat, gedung, atau ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya; atau bisa juga sebagai tempat koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan. Jenis perpustakaan di Indonesia ada 7 macam , yaitu perpustakaan nasional, umum, perguruan tinggi (perpustakaan dalam universitas), sekolah (perpusatakaan dalam sekolah), khusus (biasanya diselenggarakan oleh kantor), wilayah (diselenggarakan oleh pemerintah di setiap ibu kota), dan keliling (untuk pelayanan dari satu tempat ke tempat lainnya). Sebuah perpustakaan juga harus memiliki beberapa fasilitas seperti AC, komputer, rak buku, meja, kursi, dan lainnya.
Perpustakaan senior Sekolah Dian Harapan tergolong sebagai perpustakaan sekolah. Lokasi dari perpustakaan ini adalah di Jalan Bedugul No.1, RT.8/RW.12, Kalideres, Jakarta Barat. Perpustakaan ini tepatnya berada di lantai dua, di bawah kantin senior, dan menghadap ke kolam renang. Hari dan jam operasional perpustakaan ini berlangsung dari Senin hingga Jumat, dan dibuka pada pukul 7.15 pagi dan tutup pada jam 3 sore. Pustakawan yang mengelola perpustakaan ini hanya ada 2 orang.
Sebelum dapat melakukan aktivitas apapun di perpustakaan senior Dian Harapan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dan dipenuhi terlebih dahulu. Pertama-tama adalah mengisi laporan kunjungan, kemudian memberikan kartu identifikasi, lalu menyimpan tas yang kita bawa di rak tas. Ada 42 rak tas yang tersedia untuk para murid maupun guru. Jika seorang murid hendak menggunakan komputer, maka ia harus menyerahkan kartu siswanya ke pustakawan agar diberi ijin untuk mengakses komputer tersebut. Beberapa peraturan lain yang harus diperhatikan juga adalah para pengunjung perpustakaan ini tidak boleh berisik dan tidak boleh membawa makanan maupun minuman ke dalam ruang perpustakaan.
Luas perpustakaan Dian Harapan adalah 432 meter persegi. Perpustakaan ini dibagi menjadi beberapa ruangan. Ada ruang guru, yaitu ruangan yang khusus untuk guru dan tidak boleh dimasuki murid. Ruang audio/visual, yaitu ruangan untuk menonton video atau film. Ada juga ruang diskusi, ruang peminjaman film, dan ruangan membaca umum untuk para murid dan guru. Setiap ruangan ini dilengkapi dengan alat penyejuk udara AC, sehingga hawa di setiap ruangan ini pun sejuk dan tidak panas. Suasana di perpustakaan ini pun sangat nyaman, tenteram, tidak berisik dan pencahayaannya terang, sehingga sangat cocok untuk memfokuskan diri dalam membaca buku.
Di ruang membaca umum terdapat sekitar 13 komputer yang dapat diakses oleh siswa, sedangkan di ruang guru terdapat 4 komputer yang hanya boleh diakses guru dan juga 1 komputer server. Setiap komputer ini memiliki akses ke internet dan tersedia juga wifi. Ruang audio visual pun tidak kalah canggihnya dengan ruang umum maupun ruang guru. Di sana ada 4 pengeras suara, 1 DVD, dan 1 proyektor. Di ruang peminjaman film juga terdapat 2 komputer dan 2 printer untuk para pustakawan. Sebagai sarana keselamatan, juga disediakan sebuah alat pemadam api untuk digunakan apabila terjadi peristiwa kebakaran.
Setiap bulan, perpustakaan senior Dian Harapan menambahkan 45 buku ke dalam koleksinya. Menurut data pada tahun 2013, sudah ada 982 buku fiksi Indonesia, 2.941 buku fiksi Inggris, 2.543 buku non-fiksi Indonesia, 1.991 buku non-fiksi Inggris, 537 buku referensi, 2.602 buku panduan guru, 508 buku audio/visual. Total buku yang tersedia pada tahun 2013 adalah 12.104 buku. Dengan demikian, koleksinya cukup lengkap dan sesuai standar perpustakaan sekolah.
Secara keseluruhan, perpustakan senior Dian Harapan sudah jauh melebihi standar perpustakaan sekolah yang baik. Penataan ruangan sudah dilakukan dengan baik, fasilitas yang terdapat di dalamnya lengkap dan lebih dari cukup. Koleksi buku juga sudah mencakup banyak genre. Meskipun demikian, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dan diatasi. Di perpustakaan ini tidak ada tempat sampah, dan jika hendak membuang sampah, maka siswa harus keluar dari perpustakaan sedangkan tempat sampah yang terdekat pun lokasinya cukup jauh. Kebersihan juga merupakan salah satu aspek kekurangannya. Beberapa buku dan rak buku terselimuti debu, terutama di bagian buku-buku referensi. Kekurangan yang terakhir adalah peraturan atau prosedur yang terlalu ketat di lingkungan perpustakaan sehingga membuat para siswa enggan menggunakan fasilitas perpustakaan.