Senin, 26 September 2016

Pidato Hari Lingkungan Hidup




PIDATO HARI LINGKUNGAN HIDUP

Selamat siang,
Yth. para orangtua dan siswa-siswi SMP se-Jakarta yang saya cintai.
Marilah kita mengucap syukur atas rahmat Tuhan kita semua dapat berkumpul di tempat ini. Saya ucapkan terima kasih kepada para panitia atas waktu dan tempat yang diberikan pada hari ini sehingga saya berkesempatan untuk dapat menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap penghijauan dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup.

Hadirin yang berbahagia, saya yakin bahwa kita semua yang berada di sini mengetahui betapa pentingnya menjaga lingkungan kita tetap bersih. Mengapa kita harus menjaga lingkungan? Sadar atau tidak sadar, kita hidup di dunia ini nergantung pada lingkungan. Kita minum air yang bersumber dari lingkungan kita, kita menghirup udara yang bersumber dari lingkungan kita, kita makan makanan yang bersumber dari lingkungan juga. Lingkungan memang mempunyai peran dan pengaruh yang besar bagi kehidupan kita. Oleh karena it, jika lingkungan di sekitar kita tidak terjaga dengan baik, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia.

Jakarta adalah kota metropolitan yang dilalui oleh ribuan kendaraan bermotor setiap harinya yang menyebabkan terjadinya polusi udara dimana-mana. Kendaraan bemotor mengeluarkan asap yang mengandung zat-zat berbahaya sehingga menyebabkan pencemaran udara. Hasil pembakaran yang tidak sempurna itu menghasilkan senyawa Karbon Dioksida yang merupakan gas beracun, Nitrogen Oksida dan senyawa organic Volatil (VOC). Zat-zat tersebut merupakan penyebab pencemaran udara yang berbahaya dan membuat udara yang ada menjadi berkabur coklat, biru atau hitam dan ozon. Ozon ini juga berbahaya bagi kesehatan karena dapat menggangu sistem pernafasan manusia.

Di era modern ini, banyak sekali pabrik yang berdiri di setiap sudut kota. Cerobong-cerobong yang mengeluarkan asap sisa pembakaran memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Pada insektisida, pestisida, dan pupuk pertanian yang terkandung terdapat amonia yang sangat berbahaya bagi atmosfer dan berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit bronkitis.

Aktifitas rumah tangga seperti membakar sampah atau proses memasak yang masih menggunakan kayu bakar juga salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara. Proses pengecatan rumah juga dapat menyebabkan pencemaran udara karena kandungan zat kimia pada cat mengeluarkan bau yang menyengat serta dapat mengganggu kesehatan. Di kota Jakarta, banyak timbunan sampah yang berserakan dia pelosok-pelosok kota. Sampah-sampah itu membuat dareah sekitarnya menjadi tidak nyaman karena pencemaran udara ynag ditimbulkannya. Sampah-sampah organik akan membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap karena adanya gas metana.

Polusi udara ini tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan dan bagi manusia di sekitarnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pencemaran udara merupakan salah satu pembunuh terbesar di dunia. Walaupun tubuh kita dapat membuat pertahanan agar tidak terkena penyakit, tak jarang juga sistem kebebalan tubuh kita mengalami penurunan dan tubuh kita akan mudah terserang infeksi pernafasan yang serius seperti asma, bronkitis, dll.

Pencemaran uadara juga dapat menimbulkan hujan asam yang memberikan banyak efek negatif bagi kehidupan kita. Hujan asam dapat merusak sarana prasana di bumi seperti korosi bangunan dan merusak ekosistem perairan. Selain itu, pencemaran udara menyebabkan terjadinya pemanasan global dimana lapisan ozon semakin menipis dan bumi semakin lama semakin panas. Meningkatnya suhu global akan berdampak pada terjadinya perubahan iklim yang semakin ekstrim, mencairnya es kutub, meningkatnya level permukaan air laut, dll.

Kita harus menumbuhkan kesadaran masyarakat dan para pengusaha pabrik akan pentingnya udara bersih bebas polusi. Pabrik-pabrik harus melakukan penyaringan asap terlebih dahulu sebelum asap dikeluarkan ke udara bebas agar mengurangi potensi terjadinya pencemaran lingkungan. Kita sebagai warga juga dapat membantu dengan cara menggunakan alat dan bahan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan bahan bakar seefisien mungkin. Membudidayakan tanaman di sekitar kita terutama di pinggir jalan raya dapat membantu mengurangi polusi udara. Pencegahan terakhir ynag dapat kita lakukan untuk mengurangi polusi udara adalah menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita, salah satunya dengan mengolah limbah rumah tangga dengan sebaik mungkin.

Sering sekali banjir terjadi di kota Jakarta karena kita sebagai warga masih sering lupa untuk menjaga lingkungan. Sampah yang sembarangan dibuang di sungai membuat alirannya mampet dan akibatnya air sungai meluap dan mengakibatkan terjadinya bencana banjir yang dapat merugikan masyarakat. Pemukiman di bantaran sungai membuat kali rentan terjadi pendangkalan yang terjadi akibat kebiasaan buang sampah para warganya yang langsung ke sungai. Selain itu, bendungan yang jebol juga merupakan penyebab yang sering terjadi di sekitar lingkungan yang kurang terawat dan mudah dirusak kelestariannya, memanfaatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan hasilnya akan berakibat banjir bandang. Kemampuan tanah dalam menyerap air tersebut dikarenakan sudah jarang ditemukan lahan hijau atau lahan kosong sehingga air langsung masuk ke saluran-saluran, sungai, danau, dan selokan. Air dalam jumlah yang banyak dan deras yang tidak bisa tertampung lagi oleh saluran-saluran tersebut pun menggenang dan mengakibatkan banjir.

            Setiap bencana pasti menimbulkan kerugian di wilayah  yang terkena bencana, begitu pula ketika bencana banjir melanda. Banjir dapat menyebarkan berbagai bibit penyakit, para warga yang terkena banjir dapat kehilangan harta bendanya, rusaknya ladang dan tanaman, banyak korban jiwa akibat banjir bandang, fasilitas umum dan sarana prasarana akan rusak, jarang adanya air bersih karena sudah terkontaminasi banjir, dan pemulihan kembali daerah yang terkena bencana banjir butuh waktu lama.

            Untuk mencegah melandanya banjir, kita sebagai warga dapat menata daerah aliran sungai sesuai fungsinya. Para warga juga harus selalu diingatkan untuk tidak membuang sampah ke kali atau sungai dan tidak membangun rumah atau bangunan di bantaran kali. Pemerintah juga dapat mencegah banjir dengan melakukan pengerukan sungai dan melakukan reboisasi.

            “ Jika pohon terakhir akan ditebang, dan mata air terakhir berhenti mengalir, baru saat itulah manusia sadar bahwa uang tidak dapat dimakan dan diminum”. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin serta meminta maaf kepada hadirin jika ada salah kata yang saya ucapkan. Dengan demikian saya membuka acara seminar Hari Lingkungan Hidup hari ini, sekian terima kasih.(Samantha 9C SMP Dian Harapan Daan Mogot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar