Senin, 26 September 2016

Teks Laporan Hasil Observasi



Perpustakaan Sekolah Dian Harapan daan Mogot
Oleh Dave (10-7)
Sebuah perpustakaan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), memiliki pengertian sebagai tempat, gedung, atau ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya; atau bisa juga sebagai tempat koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan. Jenis perpustakaan di Indonesia ada 7 macam , yaitu perpustakaan nasional, umum, perguruan tinggi (perpustakaan dalam universitas), sekolah (perpusatakaan dalam sekolah), khusus (biasanya diselenggarakan oleh kantor), wilayah (diselenggarakan oleh pemerintah di setiap ibu kota), dan keliling (untuk pelayanan dari satu tempat ke tempat lainnya). Sebuah perpustakaan juga harus memiliki beberapa fasilitas seperti AC, komputer, rak buku, meja, kursi, dan lainnya.
Perpustakaan senior Sekolah Dian Harapan tergolong sebagai perpustakaan sekolah. Lokasi dari perpustakaan ini adalah di Jalan Bedugul No.1, RT.8/RW.12, Kalideres, Jakarta Barat. Perpustakaan ini tepatnya berada di lantai dua, di bawah kantin senior, dan menghadap ke kolam renang. Hari dan jam operasional perpustakaan ini berlangsung dari Senin hingga Jumat, dan dibuka pada pukul 7.15 pagi dan tutup pada jam 3 sore. Pustakawan yang mengelola perpustakaan ini hanya ada 2 orang.
Sebelum dapat melakukan aktivitas apapun di perpustakaan senior Dian Harapan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dan dipenuhi terlebih dahulu. Pertama-tama adalah mengisi laporan kunjungan, kemudian memberikan kartu identifikasi, lalu menyimpan tas yang kita bawa di rak tas. Ada 42 rak tas yang tersedia untuk para murid maupun guru. Jika seorang murid hendak menggunakan komputer, maka ia harus menyerahkan kartu siswanya ke pustakawan agar diberi ijin untuk mengakses komputer tersebut. Beberapa peraturan lain yang harus diperhatikan juga adalah para pengunjung perpustakaan ini tidak boleh berisik dan tidak boleh membawa makanan maupun minuman ke dalam ruang perpustakaan.
Luas perpustakaan Dian Harapan adalah 432 meter persegi. Perpustakaan ini dibagi menjadi beberapa ruangan. Ada ruang guru, yaitu ruangan yang khusus untuk guru dan tidak boleh dimasuki murid. Ruang audio/visual, yaitu ruangan untuk menonton video atau film. Ada juga ruang diskusi, ruang peminjaman film, dan ruangan membaca umum untuk para murid dan guru. Setiap ruangan ini dilengkapi dengan alat penyejuk udara AC, sehingga hawa di setiap ruangan ini pun sejuk dan tidak panas. Suasana di perpustakaan ini pun sangat nyaman, tenteram, tidak berisik dan pencahayaannya terang, sehingga sangat cocok untuk memfokuskan diri dalam membaca buku.
Di ruang membaca umum terdapat sekitar 13 komputer yang dapat diakses oleh siswa, sedangkan di ruang guru terdapat 4 komputer yang hanya boleh diakses guru dan juga 1 komputer server. Setiap komputer ini memiliki akses ke internet dan tersedia juga wifi. Ruang audio visual pun tidak kalah canggihnya dengan ruang umum maupun ruang guru. Di sana ada 4 pengeras suara, 1 DVD, dan 1 proyektor. Di ruang peminjaman film juga terdapat 2 komputer dan 2 printer untuk para pustakawan. Sebagai sarana keselamatan, juga disediakan sebuah alat pemadam api untuk digunakan apabila terjadi peristiwa kebakaran.
Setiap bulan, perpustakaan senior Dian Harapan menambahkan 45 buku ke dalam koleksinya. Menurut data pada tahun 2013, sudah ada 982 buku fiksi Indonesia, 2.941 buku fiksi Inggris, 2.543 buku non-fiksi Indonesia, 1.991 buku non-fiksi Inggris, 537 buku referensi, 2.602 buku panduan guru, 508 buku audio/visual. Total buku yang tersedia pada tahun 2013 adalah 12.104 buku. Dengan demikian, koleksinya cukup lengkap dan sesuai standar perpustakaan sekolah.
Secara keseluruhan, perpustakan senior Dian Harapan sudah jauh melebihi standar perpustakaan sekolah yang baik. Penataan ruangan sudah dilakukan dengan baik, fasilitas yang terdapat di dalamnya lengkap dan lebih dari cukup. Koleksi buku juga sudah mencakup banyak genre. Meskipun demikian, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dan diatasi. Di perpustakaan ini tidak ada tempat sampah, dan jika hendak membuang sampah, maka siswa harus keluar dari perpustakaan sedangkan tempat sampah yang terdekat pun lokasinya cukup jauh. Kebersihan juga merupakan salah satu aspek kekurangannya. Beberapa buku dan rak buku terselimuti debu, terutama di bagian buku-buku referensi. Kekurangan yang terakhir adalah peraturan atau prosedur yang terlalu ketat di lingkungan perpustakaan sehingga membuat para siswa enggan menggunakan fasilitas perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar