Kamis, 29 Oktober 2015

Nasionalisme dan Patriotisme di Kalangan Pelajar untuk Kemajuan Suatu Bangsa



Jiwa nasionalisme dan patriotisme sudah menjadi bagian yang dimiliki oleh para pendiri bangsa serta menjadikan jiwa tersebut sebagai pondasi dari berdirinya bangsa kita ini. Tentunya semangat yang dimiliki oleh para pendiri bangsa Indonesia harus terus diturun-temurunkan kepada para penerus bangsa selanjutnya. Tanpa adanya semangat tersebut tentunya kesatuan suatu bangsa akan sangat sulit untuk didapat. Oleh karena itu, semangat tersebut harus di tanamkan sejak sedini mungkin agar dapat melahirkan penerus bangsa yang dapat membuat bangsa ini semakin kokoh. Kita dapat melihat dampak dari kurangnya penanaman nilai dan semangat tersebut dalam pemerintahan; mereka yang berdasi dan berpendidikan tinggi dapat dengan mudahnya terjerat dalam korupsi karena hanya kepentingan kehidupan serta kenikmatan hidup daripada meneruskan tanggung jawab yang telah mereka dapatkan untuk memakmurkan bangsa ini.
Kita tahu bagaimana anak-anak dengan mudah ditanamkan suatu hal dan tentunya mereka akan mengingatnya saat mereka bertumbuh nanti. Nasionalisme dan patriotisme tentunya sangat dibutuhkan dan patut di- kembangkan di kalangan para pelajar. Kita juga sebenarnya secara sadar dan mungkin juga tanpa sadar telah melakukan hal kecil yang menghilangkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan kita dan ada hal juga yang telah meningkatkan nilai-nilai patriotisme serta nasionalisme yang telah kita lakukan,  tetapi kita tidak menyadarinya. Kita juga sebagai seorang murid harus dapat memberikan contoh yang baik agar berdampak pada masyarakat dan sudah menjadi tugas kita bagaimana kita yang bisa mendapatkan pendidikan baik, layak, serta memenuhi, perlu memberikan contoh-contoh kecil bagi masyarakat sekitar kita dalam keadaan apapun.
Tentunya nasionalisme serta patriotisme sangatlah penting dalam kalangan suatu pelajar. Perlunya pendidikan tersebut dapat dimulai sedini mungkin, sejak playgrup atau TK, hingga sampai SMA nanti karena saat kuliah tentunya kita dipercaya sudah cukup dewasa untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban hidup sendiri. Tentunya penanaman sifat-sifat tersebut akan mempunyai dampak positif dalam kehidupan ke depannya. Orang yang telah memiliki penanaman kepribadian yang baik akan tidak mudah untuk ikut terprovokasi untuk hal-hal kecil, dan juga melakukan hal-hal yang bisa dibilang kurang baik dalam kehidupan. Orang yang telah memiliki nilai-nilai tersebut akan mempunyai pendirian dan motivasi untuk menindak serta mendukung jika adanya penyelewangan dari suatu sifat nasionalisme dan patriotisme yang kurang.
Pentingnya nasionalisme dan patriotisme dapat kita telusuri dan rasakan jika kita telah mengerti dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Dengan cara-cara seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti hukum yang berlaku dalam negara ini. Tentunya hal yang kita lakukan dapat berdampak bagi orang lain. Terkadang orang  di negara kita ini cenderung tidak mempunyai prinsip dalam kehidupan mereka, jika ada satu orang melakukan suatu hal yang salah, bukannya membenarkan atau tidak mengikuti mereka malah termotivasi untuk mengikutinya. Jika suatu hal yang buruk terus dilakukan tentunya semangat nasionalisme dan patriotisme yang kita miliki tidak mendukung suatu kemajuan bangsa.
Jika para pendiri bangsa memiliki semangat juang nasionalisme dan patriotisme untuk membangun suatu bangsa, dengan menukar darah dan nyawa mereka untuk kepentingan bangsa serta untuk berlangsungnya penerus-penerus bangsa kelak. Mengapa kita yang dapat melakukan hal yang lebih mudah tanpa adanya tumpah darah sangat enggan untuk melakukan hal tersebut? Jangan sampai sifat-sifat nasionalisme dan patriotisme yang kita miliki yang malah menghancurkan dan menurunkan nilai kesatuan bangsa ini.
Walaupun nasionalisme dan patriotisme sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa, kita juga tidak boleh terlalu berlebihan karena jika kita menjadi berlebihan, tentu akan menjadi suatu hal yang dapat menimbulkan masalah karena perbedaan cara berpikir. Perbedaan cara berpikir akan berdampak dalam pegaplikasian yang dapat menjadi hal yang kurang dapat diterima dalam masyarakat. Nasionalisme dan patriotisme akan sangat merugikan jika diajarkan dalam arti yang berbeda ataupun pengaplikasian yang salah.
Jika suatu hal menjadi berlebihan tentu tidak akan menjadi baik, akan banyak pertentangan karena perbedaan pendapat, dan juga dalam pengaplikasian dalam kehidupan, karena segala sesuatu ada waktunya dan di tempat dalam situasi tertentu. Jika kita menjadi fanatik akan sesuatu tentu bukan menjadi menguntungkan malah merugikan. Tentunya jika kita memiliki pemahaman yang baik kita juga tidak akan menjadi fanatik dalam nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Pendidikan yang baik tentu akan mencegah kita untuk mendapatkan pemahaman yang salah.
Pengaplikasian nasionalisme dan patriotisme bisa dilakukan dalam skala yang kecil untuk kalangan pelajar seperti kita tidak harus berlebihan, karena memang belum menjadi bagian kita untuk melakukan hal-hal yang berlebihan, kita bisa mulai dari hal kecil yang dapat kita lakukan untuk disekitar kita. Bukan hanya menjadi tugas guru-guru kita untuk mengaplikasikan nasionalisme dan patriotisme di sekolah untuk mengajarkan kita, kita juga harus bisa menegur mereka jika mereka melakukan hal yang bisa dibilang menyimpang yang mereka mungkin tidak sadar tetapi tentu dengan cara dan bahasa yang pantas dan sebaik-baiknya.
Segala sesuatu tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tentunya sifat-sifat nasionalisme dan juga patriotisme selalu mempunyai sisi positif jika memang pengaplikasian dan penyampaian disalurkan dengan cara yang benar. Selain itu memang nilai-nilai itu yang telah membangun adanya bangsa ini sehingga kita tidak boleh menyia-nyiakan hal yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan pemahaman yang kurang ataupun berlebihan karena dapat merusak nilai-nilai yang ada.
Kita dapat melakukan nasionalisme dan patriotisme dengan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk sekitar kita. Ikuti upacara dan peraturan sekolah serta kewajiban kita sebagai murid dan juga untuk terus berkarya untuk kemajuan bangsa kita dan segala sesuatu yang kita lakukan harus bisa berdampak dan memotivasi orang-orang yang mungkin kurang untuk mendapatkan pengetahuan serta pemahaman dalam nasionalisme dan patriotisme sehingga pentingnya suatu nasionalisme dan patriotisme sangat penting dalam pendidikan dan kehadiran dalam kehidupan murid-murid SMA serta kalangan para pelajar. 
(Matthew 12 IPA1)

Seberapa Pentingkah Pemilihan Jurusan di SMA untuk Menuju Bangku Kuliah?



             Di bangku SMA, murid kebanyakan dihadapkan untuk memilih antara dua jurusan IPA atau IPS karena tidak semua SMA memiliki lebih dari dua jurusan. Jurusan IPA mencakup pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi; sementara jurusan IPS mencakup pelajaran sosiologi, geografi, ekonomi, akuntansi, dan sejarah. Oleh karena itu, jurusan IPA identik dengan metode ilmiah dan lebih mengutamakan logika, sementara jurusan IPS identik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat dan lebih mengutamakan daya hafal.  Perbedaan tersebut membuat seseorang yang memiliki kemampuan berhitung, imajinasi, dan abstraksi yang tinggi lebih cocok untuk masuk jurusan IPA; sementara seseorang dengan rasa sosial serta daya ingat yang tinggi akan lebih cocok untuk masuk jurusan IPS.
            Adanya penjurusan di SMA menawarkan berbagai kelebihan serta kekurangan bagi murid yang ingin masuk ke jenjang pendidikan berikut, yaitu kuliah. Opini masyarakat mengenai adanya penjurusan SMA sangatlah beragam. Baru-baru ini pula, muncul suatu perdebatan yang mempertanyakan relevansi penjurusan SMA dalam kehidupan perkuliahan. Seberapa pentingkah pemilihan jurusan di SMA untuk menuju bangku kuliah?
            Beberapa orang berpendapat bahwa pemilihan jurusan di SMA sangatlah penting karena banyak universitas hanya menerima murid dengan latar belakang jurusan tertentu. Sebagai contoh, hanya murid IPA yang dapat masuk fakultas kedokteran di Indonesia. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika murid memilih jurusan SMA yang sesuai dengan syarat yang telah ditentukan jurusan kuliah yang diidamkan murid. Akan sangat sayang jika murid tidak diterima jurusan pilihannya hanya karena salah memilih jurusan di SMA.
            Selain itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa penjurusan itu penting karena murid ditanam nilai dan karakter yang berbeda dari kedua jurusan tersebut. Karakter yang telah diperoleh dari jurusan SMA seringkali menempel pada murid sampai dewasa, sehingga dapat menjadi bekal untuk kehidupan kuliah murid. Karakter yang telah diperoleh murid di SMA akan mempengaruhi pemilihan jurusan kuliah murid. Seseorang yang tidak teliti dan sembrono akan merasa kesulitan untuk mempelajari kedokteran. Juga, seseorang yang kurang supel akan kesulitan di bidang manajemen yang lebih cocok untuk orang yang mempunyai kemampuan interpersonal yang tinggi. Oleh karena itu murid sebaiknya memilih jurusan SMA yang dapat menumbuhkan karakter yang ingin ia miliki dalam dirinya.
            Beberapa orang juga menggangap bahwa penjurusan di SMA penting karena dapat memberi gambaran mengenai jurusan kuliah yang nanti akan diambil murid. Murid seakan-akan diberi simulasi kuliah di bangku SMA. Mendapat gambaran awal itu penting agar murid tidak memasuki jurusan kuliah atas ekspektasi yang kurang berbasis. Sebagai contoh, seorang murid yang ingin mengambil teknik sipil dapat mencicipi rasanya mengambil jurusan tersebut dengan mengambil jurusan IPA di SMA dan mempelajari fisika. Di sisi lain, seorang murid yang ingin mengambil jurusan akuntansi di kuliah dapat mengambil jurusan IPS dan mempelajari akuntansi agar bisa merasakan jurusan tersebut. Dengan penjurusan di SMA, murid dapat mengetahui kesesuaiannya dengan suatu jurusan kuliah secara lebih akurat dibandingkan melalui pendapat orang lain maupun internet.
            Namun, tidak semua orang menyetujui bahwa penjurusan di SMA itu penting. Ada yang berpendapat bahwa penjurusan di SMA tidaklah penting karena ada banyak orang yang pada akhirnya mengambil jurusan kuliah yang tidak sesuai dengan jurusannya di SMA. Hal tersebut membuktikan bahwa pemilihan jurusan di SMA tidaklah efektif dalam mempersiapkan murid untuk menuju bangku kuliah. Juga, beberapa universitas tidak lagi membatasi suatu jurusan kuliah untuk murid yang lulus dari jurusan SMA tertentu sehingga murid bisa mengambil jurusan SMA tanpa memikirkan dampaknya terhadap seleksi masuk murid dalam suatu universitas.
            Ada juga yang berpendapat bahwa penjurusan di SMA berpengaruh buruk karena malah membatasi murid untuk dapat mengeksplor minat atau bakatnya yang mungkin berada di jurusan lain. Menurut mereka, anak berusia 15 tahun masih dalam proses pencarian jati diri sehingga belum mempunyai gambaran tepat mengenai apa yang mereka inginkan. Hal tersebut menyebabkan murid tidak benar-benar tahu apakah ada bidang lain yang lebih cocok dengan minat dan bakat murid. Ini tidaklah baik karena dapat menyebabkan murid mengambil keputusan yang kurang matang dan berakhir dalam jurusan yang salah.
            Akhirnya, ada yang menganggap bahwa penjurusan di SMA tidaklah penting karena menurut mereka, kesuksesan murid di kuliah lebih banyak ditentukan oleh minat dan daya juang murid dan bukan oleh jurusannya di SMA. Jika murid merasa sangat berminat dengan suatu jurusan kuliah dan rela berjuang deminya, maka murid tentu bisa menaklukkan segala rintangan yang terdapat di jurusan kuliah tersebut tanpa memandang latar belakang jurusannya di SMA. Sebagai contoh, murid lulusan IPA yang memilih jurusan sastra karena minat lebih berkemungkinan sukses dibandingkan murid lulusan IPA yang mengambil jurusan kimia namun tidak memiliki ketertarikan terhadap jurusan tersebut.
            Seberapa pentingnya penjurusan di SMA untuk menuju bangku kuliah semua bergantung kepada murid. Murid yang merasa bahwa ia sudah yakin akan jurusan kuliah yang ia inginkan dan mengetahui pasti bahwa jurusan tersebut tidak memandang latar belakang jurusannya di SMA tidak akan banyak dipengaruhi oleh pemilihan jurusan di SMA. Di sisi lain, murid yang masih merasa ambigu akan minat dan bakatnya serta mengetahui bahwa jurusan yang ia minati di kuliah memiliki prasyarat berupa kelulusan dari jurusan SMA tertentu akan merasa bahwa penjurusan di SMA itu penting dan harus dipilih dengan hati-hati.
            Namun, terlepas dari penting atau tidak pentingnya pemilihan  jurusan di SMA, sebaiknya murid tetap mengambil jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan mengambil jurusan yang tidak jauh dari minat dan bakat yang dimiliki murid, kemungkinan murid akan salah mengambil jurusan di kuliah lebih tipis dibandingkan seseorang yang mengambil jurusan SMA dengan asal-asalan. Pengalaman di bangku SMA juga akan lebih menyenangkan jika murid memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya.(Celine 12 IPA1)

Rabu, 28 Oktober 2015

Jurusan dan Pekerjaan



Bekerja adalah suatu berkat yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Dengan bekerja manusia dapat bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Di era globalisasi, mencari pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Sebagai buktinya, di Indonesia 7,45 juta orang adalah pengangguran. Hal ini disebabkan karena dari waktu ke waktu daya saing antar manusia semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan baik di Indonesia maupun dunia menetapkan standart pekerja mereka yang lebih tinggi dengan pertimbangan seperti pendidikan tinggi atau mempunyai konsistensi yang tinggi. Sehingga orang pun berlomba - lomba untuk belajar memperdalami bidangnya untuk menjadi yang terbaik. Karena itu, orang yang bermalas-malasan pasti akan tertinggal dan terkalahkan oleh orang yang memiliki usaha dan pendidikan yang lebih.
            Pemerintah Indonesia juga telah memiliki ketetapan khusus untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan kerja ini yaitu dengan program wajib belajar 9 tahun hingga lulus SMA. Program ini diterapkan kepada seluruh anak-anak di Indonesia agar masyarakat Indonesia di kedepannya pun dapat bersaing dalam tantangan kerja yang akan semakin berat untuk dihadapi. Namun, program wajib 9 tahun belajar itu pun sebetulnya masih dianggap tidak dapat bersaing dalam dunia pekerjaan. Bahkan di Indonesia, masih ada sebanyak 400.000 lulusan sarjana yang tidak dapat mendapatkan pekerjaan karena banyak yang kalah dalam daya saing. Sehingga, seberapa pentingkah pemilihan fakultas dan jurusan yang tepat di perkuliahan untuk menghadapi tantangan kerja di era globalisasi.?
            Untuk mendalami bidang yang diinginkan, para pelajar dapat mengikuti perkuliahan. Kuliah sebenarnya dibagi menjadi 3 jenjang yaitu S1,S2, dan S3. Semakin tinggi tingkatan akan membuat pelajar semakin menjadi spesialis atau ahli dalam bidang yang dipilih. Kuliah S1 biasanya kita tempuh dalam jangka waktu 4 tahun, S2 2 tahun dan S3 5 tahun. Dalam 3 tingkatan ini pelajar boleh memilih salah satu jurusan jurusan yang ingin dipelajari. Dalam Semua jurusan perkuliahan itu memiliki bahan pelajaran yang berbeda-beda dan lebih spesifik.
            Semakin tinggi jenjang yang diambil akan membuat pelajar lebih siap dalam menghadapi tantangan kerja. Di perkuliahan pelajar mendalami mengenai suatu bidang spesifik yang mereka inginkan yang terbagi dalam banyak sekali jurusan seperti diantaranya jurusan kedokteran dan kebidanan ada di fakultas kedokteran, jurusan teknik sipil dan teknik elektro ada di fakultas Teknik. Semua jurusan perkuliahan itu memiliki bahan pelajaran yang berbeda-beda. Tiap jurusan memiliki kesulitan masing-masing yang membuat para pelajar menjadi tahan uji akan setiap kesulitan yang ada. Dengan ilmu yang semakin bertambah dan disertai mental yang kuat akan membuat pelajar siap menghadapi tantangan pekerjaan di era globalisasi.
            Selain itu , pemilihan jurusan yang tepat di perkuliahan juga dapat berperan dalam penentu kesuksesan dunia pekerjaan. Jurusan yang tepat adalah jurusan yang sejalan sesuai dengan bakat dan minat para pelajar. Bila para pelajar dapat mengikuti jurusan yang diminati, para pelajar akan lebih cenderung menyukai perkuliahannya dan membuat semakin besar kemungkinan pelajar ini akan berbuat yang terbaik di pekerjaannya.
            Namun, pada kenyataannya menurut para ekonom, faktor yang lebih berpengaruh menentukan keberhasilan para pelajar dalam menghadapi tantangan kerja adalah tingkat pertumbuhan ekonomi dari daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena tidak semua daerah memiliki geografis yang kebutuhan yang sama. Bisa saja, peluang untuk mendapatkan suatu pekerjaan sangat sulit karena daerah tersebut tidak dapat menyediakan lapangan pekerjaannya.
            Di sisi lain, ada sebagian orang yang berpendapat bahwa pendidikan hanya suatu bentuk investasi kepada para pelajar untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga seberapa tingginya pendidikan dan jurusan yang diambil tetap hanya kembali lagi kepada keinginan orang tersebut. Banyak orang sukses dalam menghadapi tantangan kerja di era globalisasi yang tidak kuliah sebelumnya. Mereka memilih untuk putus kuliah dan langsung mendirikan perusahaannya sendiri dan dirintis hingga besar sampai saat ini. Seperti contohnya di Indonesia ada Bob Sadino dan Andy F. Noya., selain itu, tokoh dunia Mark zuckerberg dan Bill Gates juga tidak lulus kuliah. Mereka memiliki keyakinan yang keras pada diri mereka sendiri untuk berani mengambil keputusan. Mereka membuka usaha mereka dan benar-benar mengembangkannya tanpa harus mengikuti kuliah.
            Tantangan kerja di era globalisasi juga menuntut karakter dari tiap orang. Karakter yang berani, mandiri, bisa bergaul, bisa meyakinkan orang dan bisa memimpin. Itulah karakter yang dibutuhkan. Dalam bekerja kita akan bertemu dengan pekerja lain yang mendorong kita harus dapat bersaing dan pintar untuk berargumen.
            Lingkungan perkerjaan di era globalisasi sangatlah sulit karena banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Banyak faktor yang harus kita perhitungkan sebelum masuk ke bidang pekerjaan dan harus kita persiapkan dari sejak dini sebagai bentuk investasi. Faktor- faktor tersebut adalah tingkat pendidikan, jurusan dan fakultas yang diambil, dan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah. Banyaknya pesaing dari sesama angkatan kerja juga mempersulit seseorang untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Sehingga perusahaan berlomba-lomba untuk mencari pekerja yang memiliki nilai tambah atau lebih.
            Pendidikan adalah suatu bentuk investasi ,namun pendidikan berperan sangat penting dalam mempersiapkan diri dalam pekerjaan. Karena melalui pendidikan kita selain diberi ilmu, kita juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan sulit yang akan dialami. Di sekolah dan perkuliahan kita mempelajari dari hal yang umum hingga hal yang spesifik dalam bidangnya. Dari tahap tersebut secara tidak sadar setap individu dibentuk secara karakteristik dan mental yang kuat. Dengan memilih fakultas dan jurusan yang tepat pun kita akan menikmati jurusan kita dan menjalaninya dengan yang terbaik. (Virya 12 IPA1)