Selasa, 15 September 2015

Cerpen : Cerminan Kondisi Sosial Masyarakat



Ganda Pekasih merupakan seorang penulis cerita anak-anak, novel dan skenario. Bahkan, novel yang ia tulis sudah beredar yaitu "Sang Dewi" dan "Unpredictable Loves". Selain menulis skenario, novel, dan cerita anak-anak, dia juga telah menulis tiga cerpen yaitu Pengubur, Peti Mati, dan Perempuan dari Balik Pintu Kamar Berlukis Naga.
Dua cerpen Ganda Pekasih "Pengubur" dan "Peti Mati" memiliki latar belakang yaitu kondisi sosial yang negatif. Cerpen "Peti Mati" menggambarkan tentang kehidupan seseorang yang memiliki kehidupan ekonomi yang terpuruk sehingga ia tanpa sengaja terjerumus menjadi pengedar narkoba yang akhirnya ditangkap aparat keamanan. Hal ini terlihat jelas pada kutipan berikut:
Menjelang subuh mereka semua kembali. Atap-atap kuburan yang lebar dan kokoh membuat mereka terlindung dari hujan, mereka tinggal membuat dinding dari plastik atau kardus-kardus bekas, lantai marmer hangat dengan alas seadanya menutupi huruf-huruf permohonan ampun yang tak penting artinya.

 “Hei, siapa itu, kemari kamu!” bentak penjaga itu memainkan senternya. “Kalau tidak kutembak kau!”
Khawatir, akhirnya dia terpaksa keluar dari persembunyiannya.
“Cepat ke sini, bantu aku!”
Oh, apakah dia juga hendak membongkar makam itu?
“Dari kemarin kamu ngintip-ngintip.”
“Maaf, Bang”
“Siapa namamu?” bentaknya.
“Roso, Bang,” jawabnya kikuk.
“Eh, kau punya pacul? Bantu aku menggali kiriman, kami kepepet, gudang lagi dikepung, kau punya gerobak kan?” bisiknya berdesis.
“Punya.”
“Bagus, sekarang kau cari pacul, setelah itu bawa gerobakmu ke belakang.”
“Oke Bang,” jawabnya meluncur begitu saja.
Apakah ini rezeki besar? Pikirnya. Di dalam peti mayat itu pasti ada barang-barang berharga yang ikut mereka kubur dan sekarang mau diambil lagi.
Rupanya makam itu mudah digali kembali, baru tahu dia bahwa lubangnya tak terlalu dalam. Tak sampai satu jam penutup peti berhasil diungkit. “Siapa yang mati?”
“Jangan banyak tanya, tugas lu bawa barang pake gerobak. Oke?”
“Hhh….”
Penutup peti mati dibuka, lelaki itu mengambil sesuatu, terlihat samar di bawah sinar bulan dua bungkusan berwarna coklat.
Dia digiring lewat pesan singkat hingga ke belakang sebuah ruko yang katanya ada bak berisi banyak barang rongsokan. Saat dia mengais-ngais tempat sampah, seseorang datang memeriksa gerobaknya, lalu mengambil barang titipan itu dan memberi dia sejumlah uang yang membuatnya lalu makin semangat mengais-ngais bak sampah itu seperti anjing malam yang kelaparan.
Tapi beberapa meter akan membelok ke tempat barang diambil, tiba-tiba terdengar lagi sirene mobil patroli yang muncul di belakang, jantungnya nyaris copot mendengar raungan tiba-tiba itu.
Kuburan digali dan polisi tak menemukan apa-apa lagi di sana kecuali peti mati kosong, orang-orang gerobak memandang sedih kawan mereka yang diborgol, anak dan istrinya masih di tahanan polisi katanya.

 Sementara itu, Cerpen "Pengubur" menggambarkan tentang kehidupan dari tiga orang pria dan tiga orang wanita yang memiliki latar belakang kehidupan yang kelam. Oleh karena itu, mereka sampai harus menjalani pekerjaan-pekerjaan yang menurut kita buruk atau tidak baik. Hal ini terlihat jelas pada kutipan berikut ini:
Dialah jagal bayi-bayi dari wanita-wanita yang ingin menggugurkan kandungan mereka, yang datang entah dari pelosok mana saja.

Lelaki itu penjabung ulung, sehari-harinya bekerja merawat ayam-ayam aduan. Dia pernah terlibat perkelahian sesama penjudi, lawannya roboh oleh hunjaman belatinya yang selalu tersimpan rapi di balik tali pinggang besarnya
Jika dia berjalan orang-orang menyebutnya Raksasa, terkadang mereka sebut juga angin ribut karena dia siap berkelahi dengan siapa saja jika ada yang melanggar wilayahnya

Dia lintah darat. Dia sangat teliti dan seksama menjaga bank kecilnya di rumah. Tangan kanannya sejak tadi tak berhenti merokok, habis satu dia nyalakan lagi sambil menjepit kuat di ketiaknya buku panjang berisi nama-nama para pengutang itu, tentu saja sekaligus catatan bunganya yang berlipat ganda serta alamat-alamat mereka.

Perempuan itu bekerja di rumah pemotongan hewan, lalu dia mendapat order untuk mencincang tubuh seorang lelaki kurus, tua, tetapi banyak uang dan harta warisan, memasukkannya ke beberapa kantong plastik kemudian membuangnya seperti membuang kantong kantong sampah.

Dia seorang penggali, datang menyusup ke kota besar ini dengan truk pengangkut pasir suatu malam

Mereka bilang lelaki ini Lintah Darat yang dijuluki manusia paling Keji, kepalanya akan mereka kubur dan tubuhnya dipotong-potong.

Selain memiliki unsur ekstrinsik yang menonjol, kedua cerpen ini juga memiliki unsur intrinsik yang menonjol yaitu penokohan. Pada cerpen "Peti Mati" karakter tokoh yang kumuh, egois dan kasar terlihat jelas pada kutipan kalimat berikut:
“Dia segera mendekat dan mengais dengan pengait bengkoknya lalu sengaja memakan sisa nasi dari bungkusan plastik”
“Maka rencana berikutnya dia akan melarikan gerobaknya sejauh mungkin”
“Dia ingin istrinya segera mencubit anak mereka lagi biar dia menangis keras”

Pada cerpen "Pengubur" tokoh yang terdiri atas tiga orang pria dan tiga orang wanita tersebut juga memiliki penokohan yang terpancar jelas dari gambaran fisik maupun pekerjaan mereka. Untuk penokohan ini, saya akan membaginya berdasarkan tokoh karena banyaknya karakteristik.
Tokoh pertama yaitu wanita satu. Ia adalah seorang wanita yang kurus, pucat, sederhana, kumal, kejam. Hal ini terbukti dari kutipan cerpen berikut:

Berperawakan kurus, berwajah pucat
Dia tak memakai perhiasan apa pun bahkan sekadar cincin imitasi, pakaian yang melekat di tubuhnya bahkan kumal
Dialah jagal bayi-bayi dari wanita-wanita yang ingin menggugurkan kandungan mereka, yang datang entah dari pelosok mana saja

Tokoh kedua yaitu pria satu. Dia adalah seorang yang kejam, rapuh,dan tua. Hal ini bisa dilihat dari kutipan berikut:


    Dia pernah terlibat perkelahian sesama penjudi, lawannya roboh oleh hunjaman belatinya yang selalu tersimpan rapi di balik tali pinggang besarnya

Di halte ini dia terlihat begitu rapuh dan tua

Tokoh yang ketiga adalah wanita dua. Ia adalah seoarang wanita yang memiliki kaki dan pinggang gemuk, besar, hitam, gagah perkasa, berani, galak. Hal ini bisa dilihat dari kutipan berikut:

Seorang wanita dengan kaki dan pinggang yang gemuk berdiri di belakang lelaki itu, dia tinggi besar, kulitnya hitam

Dia sangat gagah perkasa di sepanjang boulevard itu
Keberanian wanita itu tak bisa diduga

Si raksasa yang kulit wajahnya kasar seperti kulit katak beracun itu kembali mengusir mereka sampai mereka berkelahi

Tokoh yang keempat adalah pria dua. Ia adalah seorang pria yang rapih, gendut, keji. Hal ini bisa dilihat pada:
Lelaki berikutnya di halte itu seseorang yang berpakaian rapi, berbahan mahal, berperut sedikit gendut
Di balik matanya yang menyipit karena asab rokok yang bertubi-tubi, tampak kekejian yang luar biasa buasnya

Tokoh yang kelima adalah seorang wanita yang kurus, bisu, dan kejam. Hal ini bisa dilihat pada cuplikan cerpen berikut:

seorang wanita yang kurus tapi tampak  otot-otot lengannya begitu kuat
Perempuan itu bekerja di rumah pemotongan hewan, lalu dia mendapat order untuk mencincang tubuh seorang lelaki kurus, tua, tetapi banyak uang dan harta warisan, memasukkannya ke beberapa kantong plastik kemudian membuangnya seperti membuang kantong kantong sampah.

Tokoh yang terakhir adalah seorang pria kurus, kecil, dan awas. Ia juga memiliki urat tangan yang bertonjolan keluar karena aktivitas menggalinya. Hal ini terlihat pada kutipan cerpen berikut:

Dan lelaki yang terakhir, dia  kurus dan kecil tapi dengan urat-urat tangan yang dipaksa bertonjolan keluar
Dia seorang penggali, datang menyusup ke kota besar ini dengan truk pengangkut pasir suatu malam
Cara duduknya terkesan tampak santai tapi matanya awas karena dengan sekali lambaian tangan saja dari seseorang di atas truk yang lewat yang tak mengurangi kecepatannya

Melalui cerpen "Peti Mati" kita bisa belajar kalau hidup tidak semudah yang kita bayangkan. Ada orang-orang yang bahkan tidak mempunyai tempat tinggal sehingga mereka sampai harus menumpang di kuburan. "Peti Mati" mengajarkan kita juga untuk selalu bekerja dengan jujur sesusah apapun kondisi kita.
Cerpen "Pengubur" mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dalam segala keadaan dan harus bisa menjaga diri dari orang lain karena, kita tidak tahu latar belakang orang tersebut. Diluar bisa saja orang tersebut terlahit baik, tapi didalam ternyata orang tersebut jahat.
Kekurangan dari cerpen "Peti Mati" yaitu latar tempat yang tidak jelas dimana sang tokoh utama berada, sedangkan cerpen "Pengubur" memiliki kekurangan pada bagian alur. Alur pada cerpen tersebut kurang mudah untuk dimengerti.
Harapan saya pada cerpen Ganda Pekasih yang lainnya yaitu agar ia bisa mengeluarkan cerpen yang baru dengan berbagai tema dan latar yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar