Senin, 28 September 2015

JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN



Prolog: 
Ucok, Umi, dan Bambang adalah 3 sahabat di SDH Dian Harapan. Umi adalah anak yang sangat menjaga kebersihan. Sedangkan Ucok dan Bambang adalah anak yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya/sembarangan. Mereka ada di dalam kelas yang sama yaitu kelas 8H yang diajar oleh Mr.Alex dan Ms.Risma.

Babak 1:
Berita tentang banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia sedang menjadi pokok pembicaraan sekarang ini sedang menjadi topik pembicaraan ketiga murid SDH Dian Harapan ini.

Adegan 1:
Dalam perjalan mereka ke sekolah, mereka membicarakan tentang banjir yang sekarang sedang melanda di berbagai tempat di Indonesia.

Ucok: “Teman-teman kalian tau ga berita yang sedang menjadi pokok pembicaraan sekarang ini?”
Umi: ”Berita apaan sih? Aku belom sempet nonton berita kemaren.”
Bambang: “Itu loh, berita tentang banjir yang sedang melanda beberapa daerah di Indonesia.”
Ucok: “Untung kita ga kena banjir ya temen-temen, jadi kita bisa tetep pergi ke sekolah.”
Bambang: “Iya, untung ya kita masih bisa sekolah jadi kita gak ketinggalan pelajaran.”
Umi: “Eh, kita udah mau nyampe sekolah nih. Cepetan yuk biar kita ga telat sampe kelasnya.”
Bambang; “Eh, iya nih udah mau bel masuk nih. Buruan yuk.”
Ucok: “Ayo deh, mendingan kita lari aja biar cepet sampenya.”
Umi: “Kita lomba lari aja yuk! Kalau kalah jajanin kita makan siang ya!”
Ucok: “Oke, siapa takut.”
Bambang: “Aku mah ayok aja.”
Umi: “Aku itung mundur ya! 3, 2, 1.”

Adengan 2:
Dalam pelajaran IPS mereka membahas tentang beberapa penyebab banjir.

Mr.Ebert: “Anak-anak, pada hari yang indah ini kita  akan membahas tentang perpindahan penduduk. Nah, anak-anak sebelum kita membahas tentang hal ini, ada yang tau tentang berita yang sedang menjadi pokok pembicaraan sekarang?”
Umi:”Sepertinya saya tau sir, katanya Bambang sih bencana banjir itu ya sir?” (sambil mengangkat tangan)
Mr.Ebert: “Ya terimakasih Umi, nah anak-anak memang yang dikatakan Umi itu benar. Pada hari ini kita akan membahas tentang beberapa penyebab banjir. Sebelum sir menjelaskan ada yang tau apa saja penyebab banjir?”
 Ucok: “Sir saya boleh jawab ga?”
Mr.Ebert: “Tentu saja boleh, silahkan dijawab.”
Ucok: “Penyebab banjir adalah sampah yang dibuang sembarangan, rumah-rumah yang didirikan di dekat sungai, dan penebangan pohon.”
Mr.Ebert: “Oke, terimakasih untuk jawabannya Ucok. Anak-anak apa yang Ucok katakan itu benar. Nah, sekarang sebagai pekerjaan rumah kalian, kalian harus mencari informasi tentang cara mengatasi banjir.”
Murid-murid: “Siap pak.”

Adengan 3:
Pada saat makan siang, Ucok dan ketiga temannya pergi ke kantin dan makan siang bersama.

Ucok: “Kalian semua bawa makanan dari rumah ya?”
Umi dan Bambang: “Kalo aku sih jajan.” (sambil melambai-lambaikan dompet)
Ucok: “Ya sudah kita jajan dulu yuk. Kita nanti duduk disana aja ya.” (sambil menunjuk ke meja makan dekat tangga)
Umi dan Bambang: “Oke deh.”
(setelah jajan)
Ucok: “Kalian makan apa?”
Umi: “Kalo aku sih makan nasi goreng, kalo kamu apa Bambang?”
Bambang: “Aku sih minum fruit tea aja.”
Ucok: “Kamu gak laper apa Bambang masa kamu cuman minum fruit tea aja.”
Bambang: “Tadi pagi aku udah makan nasi, jadi ga terlalu laper sekarang.”
Ucok dan Umi: “Ya sudah kami makan dulu ya.”
Bambang: “Iya silahkan makan.”

Babak 2:
Bambang membuang bungkus minuman fruit tea yang telah habis diminumnya tidak pada tempatnya/sembarangan. Ucok dan Umi mencoba untuk menegur Bambang agar dapat memperbaiki sikapnya yang buruk itu.

Adengan 1:
Pada saat Ucok dan Umi makan, Bambang mengajak mereka berbicara/mengobrol sejenak.

Bambang: “Teman-teman kalian bisa tolong jelaskan apa maksud dari peer yang diberikan Mr.Ebert tidak, soalnya aku masih kurang ngerti.”
Ucok: “Maksud dari pekerjaan rumah yang diberikan itu adalah kita harus mencari beberapa cara agar banjir tidak terjadi lagi atau setidaknya mengurangi bencana banjir yang ada. Apakah kamu mengerti?”
Bambang: “Oh, aku mengerti. Makasih ya Ucok.”
Ucok: “Iya, sama-sama Bambang.”
( Bel yang menandakan waktu makan siang sudah selesai )

Adegan 2:
Bambang membuang botol fruit tea yang habis diminumnya sembarangan. Ucok dan Umi mengingatkannya  untuk membuang sampahnya di tempat yang telah disediakan.

Bambang: “Teman-teman udah bel nih.”
Ucok: “Tunggu sebentar Bambang, aku mau taruh piring bekas aku makan ke tempat yang telah disediakan dulu ya.”
Umi: “Iya, aku juga mau taro piring aku dulu Bambang, tunggu sebentar ya.”
Bambang: “Ya sudah kalian taruh piring kalian dulu, aku tunggu disini ya.” t
Umi dan Ucok: “Iya.” (sambil membawa piring mereka dan beranjak pergi dari mejanya)
(setelah Umi dan Ucok kembali ke mejanya)
Bambang: “Yuk teman-teman kita pergi.” (sambil menaruh botol minuman fruit teanya di lantai)
Umi: “Kok kamu buang botol fruit teanya ke lantai sih?”
Ucok: “Iya kok kamu buang sampahnya ke lantai sih?”
Bambang: “Sebentar lagi kan juga ada cleaning service  yang bersihin kantinnya, lagian kan banyak juga murid yang buang sampah bekas makan/minumnya sembarangan.” (sambil menunjuk ke sekeliling kantin)
Umi: “Iya aku ngerti, tetapi kamu tidak boleh mengikuti hal- hal buruk yang mereka lakukan.”
Ucok: “Iya benar tuh kata Umi, kalau mereka menceburka diri ke got/air kotor apa kamu masih mau mengikuti mereka?”
Bambang: “Tetapi kan nanti ada cleaning service yang akan membersihkannya kenapa harus aku yang buang, lagian kan cuman satu botol fruit tea doang ga akan mencemari/mengotori lingkungan kan.”
Ucok: “Satu botol ga akan mencemari lingkungan, tetapi coba kamu bayangin kalo satu botol yang kamu taruh sembarangan itu dilihat orang dan orang itu beranggapan sama kayak kamu Bambang maka lama-lama akan menjadi tumpukkan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Apakah kamu mengerti sekarang Bambang?”
Umi: “Nah, membuang sampah sembarangan juga dapat menyebabkan banjir yang sedang melanda beberapa daerh di kota kita.”
Bambang: Oh, begitu ya teman-teman, sekarang aku mengerti kenapa aku gak boleh buang sampah sembarangan. Terima kasih ya teman-teman.”
Umi dan Ucok: “Nah, gitu dong itu baru namanya Bambang.” (sambil mengacungkan jempol)

Adengan 3:
Bambang sudah tidak pernah membuang sampah sembarangan lagi, dan juga ia selalu mengingatkan temannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Teman Bambang: “Yuk teman-teman kita ke kelas udh bel nih.” (sambil melempar botol aqua)
Bambang: “Eh, tunggu dulu. Kamu harus buang sampah pada tempat yang udah disediain.”
Teman Bambang: “Emang kenapa?”
Bambang: “Kamu tahu tidak kalau dengan membuang satu botol aqua saja dapat menyebabkan pencemaran lingkungan/pemanasan global, selain itu membuang sampah sembarangan juga dapat menyebabkan banjir.”
Teman Bambang: “Oke deh, akum au buang sampah ini dulu ya teman-teman.”
Bambang: “Iya, cepetan ya.”
Teman Bambang: “Terima kasih ya Bambang telah mengingatkan aku untuk membuang sampah pada tempatnya.”
Bambang: “Iya, lain kali buang sampah pada tempatnya juga ya, lagian apa susahnya sih membuang sampah ke tempat yang telah disediakan.”

Epilog:
Pesan moral dari drama ini adalah jangan membuang sampah sembarangan. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan adalah sumber hidup kita semua. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan karena sampah dapat mengotori lingkungan dan dapat menyebabkan bencana alam.(Davina 8H SMP Dian Harapan Daan Mogot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar