Senin, 21 September 2015

KALIMAT EFEKTIF



Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau  maksud yang disampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relatif sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.

Ciri-ciri Kalimat efektif
1.   Koherensi (keutuhan)
Koherensi (keutuhan) dalam kalimat terlihat pada adanya keterkaitan makna antardata dalam kalimat tersebut.
Contoh :  
a. Saya akan saling mengasihi dan menghargai satu sama lain.  (salah)
                                  yang benar
    Kami akan saling menghargai dan mengasihi satu sama lain.
b. Dalam rapat memutuskan bahwa setiap anggota wajib memberikan pendapat.  (salah)
                                      yang benar
    Rapat memutuskan bahwa setiap anggota wajib memberikan pendapat.  

2.  Kesejajaran
     Kalimat efekif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur klausa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan.
Contoh :
a. kesejajaran bentuk
    Pelajaran seni meliputi menggambar, menari, dan bernyanyi.  (salah)
                                   yang benar
    Pelajaran seni meliputi menggambar, menari, dan menyanyi.

b. kesejajaran makna
    Selain pelajar SMA, panitia juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa. (salah)
                                           yang benar 
   Selain kepada pelajar SMA, panitia juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa. 

3. Kehematan
    Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara hemat. Penghematan penggunaan kata itu dilakukan, antara lain, dengan cara (a) tidak mengulang subjek yang sama, (b) menghindari pemakaian bentuk ganda, (c) menggunakan kata depan "di" dan "daripada", dan (d) menghindari hiponim dihindarkan 
Contoh :
a.  Dian membaca novel 5 Cm, lalu Dian menulis ringkasannya.(salah)
                                yang benar
     Dian membaca novel 5 Cm, lalu menulis ringkasannya. 


 b. Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu sangat buruk sekali. (salah)
                                yang benar 
     Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu sangat buruk.
                                    atau
     Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu buruk sekali.
c.  Semua perhiasan milik ibu terbuat daripada emas. (salah)
                                  yang benar
     Semua perhiasan milik ibu terbuat dari emas. 
d.  Sekolah saya mengadakan upacara setiap hari Senin. (salah)
                                 yang benar
     Sekolah saya mengadakan upacara setiap Senin.

4. Penekanan (Emphasis)
    adalah upaya pemberian aksentuasi, pementingan atau pemusatan perhatian pada salah satu unsur atau  bagian kalimat agar unsur atau bagian kalimat yang diberi penegasan itu lebih mendapat perhatian dari pendengar atau pembaca. penegasan bisa dilakukan dengan cara (a) pengedepanan unsur kalimat dan (b) pengulangan
Contoh : 
a. Sangat memprihatinkan potret pendidikan di daerah Nikka Nusa Tenggara Timur. (mengedepankan  predikat)   
b. Keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis, dan keterampilan membaca harus dikuasai dengan baik dalam pelajaran Bahasa. 

5. Kevariasian

Penyusunan kalimat perlu memperhatikan variasi kalimat karena akan memberikan efek yang berbeda. Penekanan dengan mengedepankan unsur yang dianggap penting  dapat digolongkan sebagai variasi urutan unsur kalimat. Namun, variasi kalimat bukan hanya itu. Variasi lain yang mempertimbangkan nilai komunikasi dapat berupa penyusunan kalimat berimbang, kalimat melepas, dan kalimat berklimaks. 
Contoh :
a. kalimat berimbang
    Fajar telah menyingsing dan burung-burung pun mulai berkicau.
b. kalimat melepas
    Aku termenung dan terkagum saat menyaksikan pelangi di sore hari.
c. kalimat klimaks
    Saat menyaksikan pelangi di sore hari, aku termenung dan terkagum.  

6. Kelogisan  
adalah ide kalimat dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat juga harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. 
Contoh :
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (salah) 

                         yang benar
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.

7.  Kecermatan
Kecermatan berarti tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata.
Contoh : 

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (salah)
                                  yang benar 
Mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.  
 

     
     




Tidak ada komentar:

Posting Komentar