Senin, 28 September 2015

“TIGA ORANG PINTAR”



Prolog :
 Di sekolah Maju Negara, ada 3 orang bersabat bernama Mario,  Hendra, dan Kevin. Mereka adalah 3 pasang sahabat yang sudah berteman sejak lama. Mario memiliki watak yang sangat baik kepada teman – temannya, Hendra memiliki sifat yang ceplas ceplos dan suka marah – marah ,  sedangkan Kevin  memiliki sifat yang malas dan suka menghambur- hamburkan uang.

Babak 1

Adegan  1
Di Kelas, pada sesi ke 8 dan 9 pukul 2.05 sampai pukul 3.19 semua murud di persilahkan untuk mempersiapkan waktu 10 menit untuk mengulang ulang pelajaran yang mereka telah pelajari di rumah, mereka pun belajar. Mario menanyakan kesiapan teman – temannya untuk ulangan yang akan berlangsung 10 menit lagi.

Mario : “ Kalian sudah belajar belum untuk ulangan ini teman – teman?”

Hendra : “Sudahlah, mikir lah masa sudah ulangan hari ini kemarin belum belajar? Gimana sih !” ( sinis )

Mario :”Yasudah maaf deh, aku kan tidak tahu Hen” ( nada rendah hati )

Kevin :” Belajar ? buat apa? Mendingan aku neraktir teman – teman ku daripada belajar. Belajar itu bisa buat kita depresi tau nggak.”

Mario :” Tidak belajar? Nanti kalau nilai mu jelek bagaimana”

Hendra:”Kamu gila ya Kev, masa ngga belajar sih! Nilai jelek baru tau rasa kamu!”

Kevin :”Apaan sih marah – marah ,suka – suka aku lah mau belajar atau tidak !” ( marah )

Mario :”Sudah – sudah jangan di peributkan, Kevin seharusnya lain kali kamu belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus “

Kevin :”Emangnya ke…”

Guru mereka, Bu Javi membunyikan bel tanda selesai belajar sebelum Kevin menyelesaikan kata – katanya, mereka pun mengerjakan ulangan dengan penuh kesadaran dan memperjuangkan nilai yang bagus, tetapi kevin malah asik dengan kertas coretan yang  ia gunakan untuk menggambar gambar.

Adegan 2
2 hari seteah ulangan Bu Javi memberikan nilai ulangan mereka satu per satu di kelas.

Hendra :” Kevin, berapa nilaimu ?”

Kevin :” 56. Kamu ?”

Hendra :”aku 85 nih, jelek  banget gila, padahal aku udah belajar sampai larut malam”

Kevin :” Yasudahlah, mau bagaimana lagi, masih mending kamu dapatnya 85, aku? 56”

Hendra :” Ya kamu kan tidak belajar sama sekali. Aku kan belajar sampai larut malam gimana sih!”

Kevin :” Yaudah sih, jangan marah – marah. Coba Tanya Mario tuh, kayanya daritadi dia seneng banget”

Mereka berdua menghampiri Mario yang sedang duduk di paling depan, terpisah dari mereka bedua karena Mario dating ke kelas terlambat”

Mario :” Hai teman – teman, bagaimana nilai kalian?”

Hendra :” Jelek, taudeh yang nilainya bagus, jadi gitu deh!”

Mario :” Tidak kok ga bagus, aku hanya mendapat 94 tidak 100”

Hendra :” Tuh kan bagus, jangan sombong dong”

Mario: ( menghiraukan Hendra yang marah – marah sendiri ) Bagaimana nilaimu Kev?

Kevin : “ Lumayan lah, aku dapat 56”

Mario : “ Lain kali kamu harus lebih giat lagi dalam belajar Kev”

Kevin :” Aku malas belajar, buat apa belajar aku lelah dengan sekolah!”

Mario :”Baiklah, terserah kamu saja” ( lelah karena sudah sering menasihati Kevin)

Adegan 3
Di Kantin para murid sibuk mengantri makanan, Kevin, Hendra, dan Mario makan bersama di Kantin. Mereka makan sambil membicarakan tentang pelajaran Bahasa Indonesia yang baru saja selesai berlangsung.

Hendra : “Mar, bantu aku mengerjakan tugas Bahasa Indonesia ya, aku kurang mengerti dengan penjelasan ibu Tini tadi, kamu mau tidak?”

Mario :”Kenapa tidak? Tentu saja aku mau.”

Kevin :”Teman – teman, kenapa sih kalian sangat rajin belajar? Kalau aku sih mending aku pergi bersama teman – teman atau bermain PS di rumah.”

Mario :”Tentu saja kita harus belajar Kev, dengan belajar kita menjadi mengerti akan hal – hal baru, dan tidak mendapat nilai jelek saat ujian, juga dengan rajin belajar kita bias sukses di hari depan.”

Hendra :”Benar tuh apa yang Mario katakan.”

Kevin :” Oh begitu ya, menurut aku sih sukses bias dengan banyak cara, buktinya ada orang yang tidak lulus SD bias menjadi rang terkenal kanrena kepintarannya kan?”
Hendra :”Suka – suka kamu deh, yang penting kami sudah memberitahu kamu Kev”      

Kevin :”Yasudah!” ( kesal )

Bel tanda selesai istirahat pun berbunyi, semua murisd masuk kelas untuk melangsungkan pelajaran mereka.

Babak 2

Adegan 1
 Sekolah mengadakan rapat guru selama 3 hari dan murid dipersilahkan belajar di rumah pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Bu Javi  memberikan ulangan matematika pada murid – murid.
Pada hari Kamis, Kevin mengajak sahabat sahabatnya untuk pergi bersama.

Kevin :” Teman – teman, bagaimana kalau hari Kamis, aku traktir kalian di Starbucks, aku bosan di rumah.”

Hendra :”Sebenarnya sih ada ulangan, tapi yasudah lah aku mau deh.”

Mario :”Aku ikut ya Kevin”
                                                                                                                                                                    
Kevin: ‘’ Oke, jadi Kamis jam 10.00 aku jemput kalian ya kita ke Starbucks, besoknya aku mau pergi lagi bersama tetam teman les, Lalu jumat aku akan pergi bersama teman les”

Hendra :” Kamu tidak belajar?”

Mario : “ Iya Ke, masa kamu tidak belajar?”

Kevin :” Belajar gampanglah, aku bisa belajar hari sabtu nanti”

Pada hari Kamis merekapun pergi bersama ke Starbucks. Keesokan harinya setelah mereka pergi bersama Kevin pergi lagi bersama teman – temannya, Hendra dan Mario belajar giat di rumah untuk mengejar nilai yang bagus.

(Di Starbucks)

Mario :”Hai, kalian sudah belajar untuk ulangan matematika belum?”

Hendra :”Aku sudah setengah sih, tinggal sedikit lagi kamu Mar?

Mario :”Sama, aku juga sudah setengah, kalau kamu gimana Kev?”

Hendra :”Iya kev,bagaimana?”

Kevin :”Ah, kalian ini seperti baru berteman sama aku aja, aku belom belajar dang a akan belajar, aku yakin nilaiku pasti bagus.”

Hendra,Mario : ( saling bertatap dan senyum canggung )

Adegan 2
Pada hari senin mereka melaksanakan ulangan matematika yang telah di beritahukan di hari yang sebelumnya. Semua murid – murid mengerjakan semua soal dengan teliti dan mengumpulkan saat bel tanda selesai mengerjakan berbunyi.

Hendra :” Teman, bagaimana soalnya? Susah tidak?”

Mario :”Bagiku itu mudah, semua soalnya sudah kupelajari di rumah selama liburan.”

Kevin :” Bagiku itu sangat sulit.”

Hendra :” Siapa suruh kamu tidak belajar?”

Kevin :”Menurutku sih itu sangat sulit, tapi sepertinya aku bias mendapat nilai di atas 50, sesuai KKM kita”

Hendra :”Liat saja nanti. Kudoakan kau mendapat nilai yang baik.”

Kevin :”Aku yakin aku bias mendapatkan nilai yang baik”

Hendra :” Pokoknya lihat saja nanti.”

Adegan 3
Satu minggu kemudian, ulangan itu dibagikan. Semua murid merasa bahagia dengan nilai ulangan yang mereka capai, tetapi Kevin dia hanya duduk lemas sambil memandangi ketas ulangan yang baru saja di bagikan. Hendra dan Mario menghampiri Kevin yang terduduk lemas.

Mario :”Kevin, ada apa? Kenapa kamu lemas begini?”

Hendra :”Iya, kamu kan tidak pernah sedih biasanya, kamu kenapa? Ada masalah apa?”

Kevin : ( memberikan kertas ulangan matematikanya pada Hendra dan Mario )  “Lihat ulanganku, aku tidak menyangka akan mendapatkan nilai sebegitu buruk.”

Mario :”Kamu belajar tidak, Vin?”

Kevin:”Tidak.”

Hendra :” Karena kamu tidak belajr itulah, kamu jadi mendapatkan nilai yang buruk.”

Mario :” Bagaimana kamu mau dapat nilai bagus kalau kamu tidak belajar Kev? Jika kamu mau nilaimu menjadi bagus, kamu harus mengurangi kebiasaan kamu suka menatraktir teman yang bias mengurangi waktu dan harta benda kamu Kev, kamu haru bias menghemat Kev”

Kevin :”Iya, sekarang aku menjadi mengerti, kalau kita tidak belajar dengan serius, kita tidak akan pernah mendapat nilai yang bagus, nantinya. Mulai sekarang aku akan mengikuti cara kalian, aku akan belajar lebih giat lagi supaya aku bias mendapatkan nilai – nilai yang bagus. Aku juga akan mengurangi kebiasaanku untuk pergi keluar bersama teman – teman, selain mengurangi waktu belajar ku dirumah, itu juga mengakibatkan uang jajan ku cepat habis.”

Sejak saat itu Kevin menjadi lebih giat belajar dan meraih prestasi. Mereka bertiga dikenal dengan julukan “ 3 PINTAR” (Jessica 8H SMP Dian Harapan Daan Mogot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar