Senin, 28 September 2015

Malas Mengerjakan Tugas



Doni, Ameng, Ling-ling, Nurul adalah siswa-siswi kelas 8 di SMP Dian Harapan Daan Mogot. Mereka berempat sudah menjadi teman yang dekat sejak tk karena orangtua mereka yang bersahabat dengan baik.
  1. Doni adalah siswa teladan, begitupun dengan orangtuanya. Ia adalah siswa yang rajin dan bertanggung jawab. Selain itu, ia juga sering mengajarkan temannya yang tidak mengerti tentang pelajaran di sekolah.
  2. Ameng adalah siswa yang sangat pintar, dan memiliki IQ yang sangat tinggi yaitu 165. Sayangnya, Ameng adalah siswa yang pemalas dan sering menunda-nunda pr dan tugas sekolah.
  3. Ling-ling adalah siswi yang yang sangat ekspresif. Ia memiliki memiliki banyak prestasi dalam hal sosial dan keterampilan, contohnya, bermain musik, bermain drama, public speaking, dsb. Namun, ketika masuk dalam pelajaran seperti Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, olahraga dan lain lain, 
  4. Ling ling selalu mendapatkan nilai yang buruk karena menurutya, pelajaran selain art dan musik itu tidak penting.
  5. Nurul adalah anak yang sangat rajin dan selalu memiliki perlengkapan sekolah/ belajar yang lengkap. Ia bukanlah anak yang memiliki prestasi tinggi dalam bidang pengetahuan, namun berkat ketekunan dan kerajinan nya tersebut dalam belajar, Nurul bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Babak 1
Mulai 10 Januari 2015, doni, Ling-ling, Nurul, dan Ameng memasuki tahun ajarsan baru di kelas 8. Hari pertama hanyalah merupakan hari perkenalan dengan homeroom teacher juga mengenai peraturan, prosedur, dan konsekuensi sekolah. Dan ternyata, 4 siswa/i yang bersahabat ini menempati kelas yang sama yaitu kelas 8J. Tugas dihari pertama mereka adalah membuat student profile, sedangkan tugas pada hari kedua yaitu sudah mulai belajar, adalah tugas Bahasa Inggris.

Adegan 1
10 Januari 2015, Libur Akhir smester Sekolah Dian Harapan telah berakhir, Tahun ajaran baru bagi kelas 8 pun dimulai….
Guru                : “Selamat siang semuanya, saya, Ms Acin  dan Mr barba akan menjadi wali kelas kalian selama satu tahun kedepan ini dalam kegiatan belajar kalian. Sebelum memperkenalkan diri lebih lanjut, kami akan mendata apakah semua anak 8J sudah hadir semua.”
 Siswa 8J         : “baik Ms!”
Adegan 2
Setelah mendengar Ms. Acin dan Mr. Barba memperkenalkan diri, mereka dipulangkan dan di beri tugas untuk mengisi student profile. Setelah itu, Mr Barba mengumumkan tentang pengumuman untuk besok.
Ms Acin          :“setelah ini kalian akan pulang, namun sebelum pulang Ms akan memberikan tugas pertama kalian yaitu membuat student profile yang berisi nama lengkap, tempat lahir, tempat tinggal, hobi, cita-cita, moto dan foto keluarga.”
Mr Barba         :“ Mulai besok, kalian siswa/i kelas 8 masuk 15 menit lebih awal dibanding kelas 7 yaitu jam 6:45. Mulai besok, kalian juga akan langsung mendapatkan tugas juga . Kelas 8 ini bukan lah kelas yang santai kelas 8 dan kelas 11 akan menerima lebih banyak pr dan tugas.
Ma. Acin         :“apakah ada yang ingin bertanya?”
Ameng            :“baru masuk sekolah sudah ribett seperti ini , mana masuk sekolah nya pagi banget lagi…(ketus Ameng dengan nada sebal ).”
Ling-ling         :“tau nih, harus pake bikin student profile segala lagi, semua orang di jagad ini kan sudah mengenali aku (keluh Ling-ling dengan nada sombong dan sebal sambil mengibaskan rambut).”
Nurul               :“ssshh..Ling…Meng…”
Doni                : “haduhh..(kata Doni sambil menepok jidat).”
Mr Barba         : “iya Ameng, Ling-ling, apakah kalian ingin bertanya?”
(Ling-ling dan Doni terdiam dan melihat-lihat ke sekeliling kelas).

Adegan 3
            Hari pertama belajar di sekolahpun dimulai. Kelas pertama, Bahasa inggris, yang diajar Mr. Barba dimulai.
Mr. Barba        : “okay class, because this is the first meeting and this is just an introduction, I will allow all of you to speak in Bahasa Indonesia. Hari ini, saya akan memberi  tugas pertama kalian, untuk melihat seberapa jauh kemampuan berbahasa inggris kalian.
Ling-ling:        : “aduhh, semoga drama, drama, amin, amin, seomga… amin….(sambil komat kamit seperti sedang merapal mantra).”
Ameng            : “arrgghhh, tugas apa lagi sih, baru masuk, udah dikasih tugas (keluh Ameng dengan nada kesal).
Doni                : “Sudah…sudahhh, belum dijelaskan kalian sudah ribut (kata Doni dengan nada pelan).”
Nurul               : “Iya, kalian gimana sih, dengerin dulu dong, baru kalian komen.”
Mr. Barba        : “errkkkhemmm (batuk Mr Barba yang disengaja, untuk mengembalikan perhatian kepadanya). Sekarang saya akan menjelaskan apa yang akan kalian kerjakan hari ini dan nanti di rumah. Kalian, masing-masing akan membuat percakapan drama atau naskah drama dalam Bahasa Inggris. Lalu, untuk mengevaluasi nya, kalian harus mengubah Naskah kalian kedalam cerpen, namun tidak ditulis, tetapi diceritakan secara spontan pada hari Rabu di depan kelas. Karena besok saya tidak bisa masuk, maka kalian bisa melanjutkan menulis naskah nya di kelas Ms. Acin. Naskah harus ditulis secara tulisan tangan bukan diketik. Apakah ada yang ingin bertanya?”
Nurul               : “Saya Mr.! Naskahnya kapan harus selesai dan dikumpul?”
Mr Barba         : “Naskah akan di kumpul besok setelah jam pelajaran saya selesai.”
Kelas 8H         : “ahhh (keluh 8H).”

Babak 2
            Esok harinya, Jam pelajaran Bahasa Inggris pun dimulai, siswa/i 8J melanjutkan menulis Naskah Drama mereka dalam Bahasa Inggris yang diawasi Ms. Acin. Ameng tidak mengerjakannya di rumah, begitupun dengan Ling- Ling yang membuatnya hanya dengan kata- kata kasar. Nantinya, Ling- Ling dan ameng akan mendapat konsekuensi nya karena mereka tidak melaksanakan tanggung jawab mereka, yaitu menyelesaikan tugas tersebut dengan baik dan tepat waktu.

Adegan 4
            Jam pelajaran Bahasa Inggris sudah dimulai, semuanya sedang sibuk melanjutkan menulis naskah. Ms. Acin memberikan informasi tambahan kepada siswa/i 8J.
Ms. Acin         : “Saya baru saja mendapatkan informasi dari Mr. Barba, kalau satu sesi sudah habis, kalian semua harus berhenti menulis lalu membaca, mengerti, dan menghafal naskah yang kalian tulis selama 15 menit setelah itu, kertas kalian akan dikumpulkan kepada saya. Tentu saja, kalian tidak harus menghafalnya sama persis, namun, cerita yang kalian sampaikan harus sesuai dengan Naskah drama yang kalian buat.”
(banyak siswa yang menggerutu dan panik sambil berkata, “haduhh gimana nihh..”).
Ameng            : “habislah aku, aku masih banyak yang belum dikerjakan lagi…(sambil menepok jidatnya).”
Nurul               : “kamu sih, kebanyakan main game, bukannya ngerjain.”
Ling-ling         : “ah sudah lah, paling ini hanya sebuah permainan guru untuk menakut- nakuti kita..( sambil menggambar di belankang kertas Naskah).”
Doni                : “Ling, Meng, kalaupun ini hanya untuk menakut- nakuti kita, kita tetap harus  meyelesaikan tanggung jawab kita sebagai murid, yaitu mengerjakan tugas sesuai dengan yang diberikan guru.”
Ameng            : “Ya deh, nih aku nuliss ya…( sambil bermalas- malasan).

(Jam pelajaran Bahasa Inggris telah selesai, Ling- ling belum tuntas mengerjakan naskahnya dan Ameng masih banyak yang belum ia selesaikan didalam naskah nya).
Ling- ling        : “Duh, aku masih banyak yang belum tuntas lagi. Ada perkataan yang kasar tidak apa- apa kan?(kata Ling-ling dengan sangat cemas).”
Doni                : “setau aku sih gak boleh…”
Ameng            : “ahh tau lah, aku gak mau perduli lagi. (ketus Ameng dengan nada kesal).”

Adegan 5
Esok harinya, Ling-ling dan Ameng di panggil Mr. Barba. Merkea pun mendapatkan konsekuensi akibat ketidak  tanggung jawaban mereka dalam megerjakan tugas yang diberikan Mr. Barba.

Ameng            : “Iya sir, ada apa yang manggil kita berdua?”
Mr. Barba        : “ Saya mendapat laporan dari Ms. Acin kalau kalian mengerjakan tugasnya tidak serius sehingga tidak dapat menyelesaikannya dengan baik terutama kamu, Ameng, masih banyak sekali yang belum kamu selesaikan dalam naskah ini. Dan Ling-ling dalam menulis tugas seperti naskah ini, tidak seharusnya kamu memasukkan kata-kata yang kasar.”
Ling- Ling       : “Iya sir, kita tau kita salah, tolong maafin kita ya sir..”
Mr. Barba        : “saya sih bakal tetap memaafkan kalian, namun kalian akan mendapatkan konsekuensinya berupa nilai yang merah dalam tugas ini, yaitu nilai yang sudah saya pertimbanhkan, 50 (sambil mengembalikan lembar kerja yang sudah dinilai).”
Ameng            : “haduh sir, Jelek sekali nilai nya sir…”
Ling-ling         : “iya sir…( dengan nada sedih).”

Adegan 6
                        Akhirnya, mereka beruda menyesal dan memutuskan untuk berubah. Mereka sedang di kantin, bersama dengan Nurul dan Doni.
Doni                : “kan sudah kami bilang, jangan seperti itu, akhirnya kalian menerima akibatnya sendiri kan…”
Ling-ling         : “Iya nih aku nyesel banget, gak bertanggung jawab atas tugas yang dikberikan guru, akihrannya, nilaiku malah jelek…”
Ameng            : “Iya, mulai sekarang aku akan lebih rajin dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas sekolah dan hal lain.”
Nurul               : “Tak usah sedih, yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang penting kedepannya, kalian tidak lagi melakukan kesalahan yang sama…(sambil tersenyum).”
                       
Berkat kejadian ini, Ameng dan Ling-ling belajar untuk menjadi siswa/i yang lebih bertanggung jawab dalam segala aspek kehidupan. (Brandon 8H SMP Dian Harapan Daan Mogot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar