Kamis, 22 Oktober 2015

Rajinlah Belajar



Di Sekolah Dian Harapan ada 4 sahabat yaitu Mendes, Charlie, Brittany, dan Channel. Charlie adalah orang yang malas, tidak peduli terhadap pekerjaan, dan . Mendes adalah teman yang pintar dan juga rajin belajar. Brittany adalah orang yang suka melapor Charlie. Channel adalah orang yang suka membantu Charlie saat belajar, tetapi juga suka melapor Charlie ketika tidak mengerjakan PR. Dulu mereka semua sangat rajin. Tetapi semenjak Charlie memainkan sebuah game bernama Dota, dia menjadi males. Tetapi teman-temannya terus manesehatinya dan akhirnya Charlie rajin belajar dan mendapatkan nilai bagus.

Babak 1:
Pada suatu hari, di Sekolah Dian Harapan terdapat 4 sahabat yang sedang bersiap-siap untuk defosi pagi. Sebelum devosi pagi, Mendes menanyakan apakah ketiga sahabatnya telah mengerjakan PR matematika atau belom. Tetapi Charlie belum mengerjakannya dan teman-temannya menasihati dia karena teman-temannya peduli dengan dia.
Adegan 1:
Pada saat pagi hari, Charlie lupa mengerjakan PR yang diberikan Ms.Posma. Sedangkan Mendes sedang menanyakan ketiga sahabatnya tentang PR yang diberikan oleh Ms.Posma.

Mendes: “Guys guys, udah pada ngerjain PR mat belom?”
Brittany: “Udah dong, aku udah kerjain dari kemarin. Kalau kamu Channel?”
Channel: “Aku juga sudah! Kemarin aku kerjain di les dengan bantuan gurunya. Charlie pasti            belom kerjain deh.”
Charlie: “Iya lah! Ngapain aku kerjain? Mendingan main Dota aja lebih seru dan lebih penting           daripada kerjain PR. PR mah bisa dikerjain disekolah, sekolah kan rumah kedua kita.”
Channel: “Apa hubungannya sama sekolah rumah kedua coba?”
Charlie: ”Apa kepanjangannya PR?”
Channel: “Pekerjaan rumah..”
Charlie: “Kata Ms.Kris kan sekolah kita itu rumah kedua kita.”
Brittany: “Tapi kan rumah..”
Charlie: “Naaaaaa.”
Mendes: “Charlie, jangan gitu dong. Udah bagus dikasih tau.”
Channel: “Kamu harus rajin belajar! Kalau kamu dapet nilai jelek gimana? Kan kita jadi malu!”
Charlie: “Lah…Kenapa jadi kalian yang malu? Kan yang nilainya jelek juga aku bukan kalian?”

(Mulai defosi pagi) (Semua murid-murid duduk dengan diam)

Ms.Kris: “Ok, anak-anak sekarang kita akan memulai defosi pagi. Tolong jangan ada yang               berisik ya.”
Murid-murid: “Siap bu!”

(Saat sudah selesai defosi pagi mereka semua ke kelas matematika)

Adegan 2
Pada saat di kelas matematika, semua murid diminta oleh Ms.Posma untuk mengumpulkan PRnya. Channel dan Brittany melaporkan bahwa Charlie tidak mengerjakan PR dan diberikan Ms.Posma essay 200 kata.

Channel: “Kan Char, waktu main kamu kepotong sama essay yang dikasih Ms. Posma,                    hahaha.”
Charlie: “Ah parah, males banget gila.”
Brittany: “Sukurin siapa suruh main dota terus?? Kamu itu harus punya jadwal belajar.”
Charlie: “Males banget belajar.. Lebih enak main dota tau gak sih?”
Mendes: “Charlie kita sebagai sahabat kamu gak pernah ngelarang kamu untuk main dota.               Kalau kamu mau main dota sih itu terserah kamu tapi setidaknya kamu mengerjakan             PR kamu dulu sebelum main.”
Channel: “Iya, utamakan pelajaran dulu sebelum mengutamakan game.”
Charlie: “Iya deh, terserah kalian deh ya!”

(Saat sudah selesai pelajaran matematika)

Brittany: “Char, tuh Ms.Posma ngasih PR dan ulangan. Jangan lupa kerjain dan belajar buat           besok ya?”
Channel: “Iya, kali ini dengerin kita deh ya. Ini juga semi kebaikan kita bukan cuma kamu                  doang karena kita sahabatan.”
Charlie: “Iya deh.”

Adegan 3
Pada saat pelajaran kelas matematika selesai, semua murid kembali ke kelas untuk mengambil buku lalu pergi ke kantin untuk makan. Pada saat di kantin Mendes, Brittany, dan Channel menasihati Charlie.

Mendes: “Charlie, jangan lupa kerjain PR sama belajar buat ulangannya ya?”
Channel: “Iya tuh Char, jangan sampe nilai kamu jelek ya. Kita bakalan sedih loh kalau nilai              kamu             jelek.”
Brittany: “Iya Char, jangan jelek lagi nilai kamu ya.”
Charlie: “Iya deh iya aku akan berusaha. Nanti bisa pada datang ke rumah aku gak? Bantuin           aku belajar.”
Mendes, Brittany, Channel: “Ya sudah okok kita ke rumah kamu ya.”

Babak 2
Setelah dari sekolah, teman-teman Charlie semua pergi ke rumah Charlie untuk membantu Charlie belajar. Pada saat mengajar dia, Charlie marah karena dia tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh teman-temannya. Lalu teman-temannya berusaha untuk membuat Charlie bisa mengerti tentang apa yang dijelaskan oleh temannya itu. Dan akhirnya Charlie mendapatkan nilai bagus dan dia berterima kasih kepada teman-temannya karena sudah mengajarkan dia dan sudah memberika nasihat kepadanya.
Adegan 1:
Pada saat teman-temannya sedang menjelsakan tentang pelajaran yang akan di ulangankan oleh Ms.Posma besok, Charlie marah-marah karena tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh teman-temannya teteapi teman-temannya tetap berusaha agar Charlie mengerti apa yang sudah dijelaskan oleh teman-temannya.

Mendes: “Ok…Char, kamu harus ngerti tentang pelajaran algebra ini.”
Brittany: “Iya… 3x + 4x apa?”
Charlie: “6x”
Channel: “Salah Char…. Jawabannya 7x”
Charlie: “Loh?? Kok bisa 7x? Kalian semua gak bisa itung ya?”
Brittany: “Karena kan 3 + 4 hasilnya tujuh jangan ngeyel dong kalau di bilangin”
Charlie: “Oh iya ya?? Ya sudah deh maaf kalau aku ngeyel.”
Mendes: “Ya sudah lanjutin deh sana belajarnya.”

(Saat sudah selesai, semua teman-temannya pulang karena sudah malam. Charlie pun tidur)

Adegan 2
Pada saat di sekolah, Mendes dan kedua temannya menanya kepada Charlie bahwa dia sudah siap untuk menghadapi ulangan atau belum? Dan Charlie pun menjawabnya dengan ragu-ragu karena dia takut saat ulangan tiba dia lupa semuanya yang sudah diajarkan oleh teman-temannya. Saat teman-temannya mendengarkan Charlie, mereka memberikan nasihat yang pada akhirnya memberikan Charlie semangat yang tinggi dan percaya bahwa dia bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Mendes: “Charlie… Apakah kamu sudah siap untuk melakukan ulangan hari ini?”
Brittany: “Iya Char… Kamu sudah siap belum?? Jangan sampai remedial loh!”
Charlie: “Iya teman-teman saya sudah siap, tapi saya merasa takut,”
Brittany: “Loh kenapa kamu ngerasa takut?? Kan kita sudah bantu kamu belajar kemarin?”
Charlie: “Iya tapi saya takut saat waktu ulangan tiba saya bakal lupa semua yang sudah                             diajarin sama kemarin dan saya juga takut akan mendapatkan nilai yang jelek.                            Gimana dong ini teman-teman.”
Mendes: “Sudah! Kamu jangan merasa takut seperti itu. Saat ulangan tiba kami semua pasti             yakin kalau kamu bias mengerjakan ulangan itu dengan baik. Benar kan teman-                       teman?”

(Saat Mendes menanyakan itu kepada teman-temannya semua langsung menjawab….)

Channel , Brittany: “Iya Char!”
Mendes: “Kami juga yakin kalau saat kamu mengerjakan ulangan kamu gak bakal lupa tentang         apa yang kita udah ajarin ke kamu. Pokoknya kamu harus berusaha semaksimal                      mungkin dan berdoa kepada Tuhan agar semua pikiran kamu dipenuhi tentang                    pelajaran yang sudah kami ajarkan ke kamu.
Charlie: “Iya, makasih ya teman-teman sya yakin pasti saya dapat nilai bagus.”

Adegan 3:
Pada saat di ruang matematika, mereka semua diberikan Ms.Posma waktu belajar selama 10 menit. Charlie belajar dengan sangat serius. Setelah 10 menit telah berlalu semua murid-murid diminta untuk menyimpan semua buku mereka dan bersiap-siap untuk ujian. Charlie langsung berdoa agar nilainya mendapatkan nilai yang bagus. Dan setelah semua selesai mengerjakan, Ms.Posma menyuruh mereka untuk menukar jawaban mereka dengan teman di sebelahnya dan ternyata saat sudah diperiksa, Charlie mendaptkan nilai yang bagus.

Charlie: “Teman-teman inilah waktunya!”
Mendes: “Iya Char, kerjakan dengan teliti ya kami yakin kamu pasti bias.”

(Semua orang mengerjakan ulangan mereka dengan serius semua. Akhirnya semua selesai dan mereka menukar jawaban mereka dengan acak.)

Mendes: “Charlie, saya dapat punya kamu.”
Charlie: “Iya?? Nanti kasih tau aku nilainya ya!”
Mendes: “Ok.”
(Saat Mendes memeriksanya, muka Mendes terlihat sangat senang. Karena penasaran Charlie menanyakannya kepada Mendes.)

Charlie: “Mendes… Gimana nilaiku??”
Mendes: “Nilai kamu 90 Char! Tuh kan saya pasti percaya kamu dapat nilai yang bagus.”
Charlie: “Iya?! Channel , Brittany aku dapat 90!”
Channe, Brittany: “Iya???? Yeayyy kamu dpat nilai bagus loh.”
Charlie: “Iya, makasih ya teman-teman telah membantu aku dalam mengerjakan ini. Kalian               sudah mau sabar untuk mengajarkan saya tentang pelajaran saya. Saya mempunyai              teman yang paling baik sedunia dehh.”

(Mereka sangat bahagia sehingga mereka berpelukan satu sama yang lain.)

Epilog:
Drama ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi anak yang malas belajar dan kita juga harus menghargai perjuangan teman kita karena teman kita sudah membantu kita dalam segala hal jika kita sedang mengalami kesusahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar