Senin, 05 Oktober 2015

Bertanggung Jawab dalam Kelompok



Prolog
Karina, Valen, Veren, dan Citra adalah teman sekelas di Sekolah Dian Harapan. Karina, Valen, dan Veren suka bekerjasama, sedangkan Citra susah bergaul dan lebih senang menyendiri. Mereka berempat berada di kelas 8H dan guru mereka benama Ms Risma.

Babak 1
Pada hari Senin, Ms Risma mengumumkan bahwa akan ada tugas kelompok mementaskan drama. Rupanya, Karina, Valen, Veren, dan Citra dikelompokkan menjadi satu kelompok. Semua anggota kelompok tersebut dengan semangat menyampaikan ide-ide mereka, namun Citra hanya terdiam dan marah-marah saat teman-temannya mencoba untuk berbicara dengannya. Karena sifat buruk Citra, akhirnya mereka pun bertengkar dengan beradu mulut.

Adegan 1
Saat pelajaran PKn pada hari Senin, semua murid duduk tenang di bangku mereka masing-masing sambil Ms Risma membagikan kelompok untuk tugas mementaskan drama.

Ms Risma: “Untuk kelompok terakhir… Valen, Karina, Veren, dan Citra.
                    Oke, semuanya sekarang berkumpul dalam kelompok kalian
                    masing-masing untuk berdiskusi tentang tugas kalian.”

(Karina, Veren, Valen, dan Citra membentuk sebuah lingkaran di lantai dan mulai berdiskusi)

Karina: “Hey teman-teman! Jadi, drama kita mau kayak gimana nih?”

Veren: “Tentang menghargai orang lain saja!”

Valen: “Baru aja aku mau ngomong itu! Hahaha.”

Karina: “Oke deh, aku juga setuju.”

Veren: “Ya udah, sekarang kita bikin aja naskahnya.”

Valen: “Latar tempatnya mau di mana?”

Karina: “Di sekolah aja, biar gampang.”

Adegan 2
Setelah beberapa  menit, akhirnya mereka pun menyelesaikan naskah drama mereka.

Veren: “Waaah, akhirnya selesai juga ya.”

Karina: “Iya… Eh, tapi kok dari tadi Citra ngga ikut ngasih ide sih?”

Valen: “Oiya ya, aku baru sadar.”

Karina: “Hey, Citra!” (sambil menepuk pundak Citra)

Citra: “Apaan sih, Karina?!”

Veren: “Loh, kok kamu jadi marah?”

Valen: “Iya. Padahal Karina ga salah apa-apa.”

Citra: “Aku ngga marah!”

Karina: “Tapi nada kamu sewot begitu..”

Citra: “Engga kok! Nada aku biasa aja tuh.”

Adegan 3
Citra dan Karina pun beradu mulut dan akhirnya Veren memberanikan diri untuk menegur dan menghentikan mereka berdua.

Veren: “Karina, Citra.. Sudah, sudah.. Kalian kan sudah dewasa, jangan
              bertengkar gitu dong.”

Valen: “Iya.. Udah deh, sekarang kalian saling minta maaf dulu baru kita
             lanjutin tugas kita.”

Karina: “Cit, aku minta maaf ya..”

Citra: “Terserah kamu deh.” (dengan nada jutek)

Karina trus mencoba meminta maaf namun karena Citra tetap bersifat demikian, maka mereka pun menyerah dan melanjutkan tugas mereka.

Karina: “Ya udah deh, sekarang kita diskusi tentang latihan drama kita aja.
              Kapan mau latihannya?”

Valen: “Besok aja, pas waktu istirahat.”

Veren: “Aku setuju!”

Karina: “Sip, jadi kita latihannya besok ya. Nah terus, siapa yang mau
              ketikkin naskah dramanya?”

Citra: “Aku aja.”

Valen: “Nah.. Gitu dong, Cit!”

Veren: “Oke deh. Besok bawa peralatan buat dramanya ya.”

Karina: “Sip! Ya sudah, sampai ketemu besok!”


Babak 2
Pada keesokan harinya, keempat murid tersebut pun berkumpul di dalam kelas untuk berlatih. Namun, timbullah sebuah masalah yang disebabkan oleh Citra. Ms Risma pun datang dan memaafkan mereka, tetapi tetap memberi mereka hukuman karena tidak memiliki kerjasama antar anggota kelompok yang baik. Citra pun menyesal dan akhirnya meminta maaf kepada teman-temannya yang lain.

Adegan 4
Pada saat jam istirahat, Karina, Veren, Valen, dan Citra berkumpul di dalam kelas untuk berlatih drama.

Karina: “Hai teman-teman! Udah pada siap latihan kan?”

Veren: “Udah dong!”

Valen: “Iya, aku juga. Aku udah bawa peralatannya nih.”

Karina: “Sip! Nah, sekarang naskah kita di mana ya?”

Valen: “Cit, mana naskahnya?”

Citra: “Nih..” (sambil memberi naskah kepada teman-temannya)

Karina: “Cit... Ini kamu ga salah ketik?” (sambil membaca naskahnya)

Citra: “Maksud kamu apa sih?” (dengan nada sewot)

Veren: “Ini naskahnya beda loh sama yang kemaren kita buat.”

Valen: “Kamu ubah, Cit?”

Citra: “Iya. Emangnya kenapa?”

Karina: “Ngga boleh gitu dong, Cit. Kan kita semua udah setuju mau pakai
              naskah yang kemarin.”

Citra: “Aku ga suka sama naskahnya. Bikinan kalian jelek.”

Valen: “Kalau kamu ngga suka kenapa kemarin ngga ngomong? Kan bisa kita
             ubah sama-sama.”

Citra: “Kan terserah aku mau ngomong apa engga!” (dengan suara kencang)

Adegan 5
Karena terlalu ribut, Ms Risma pun menghampiri keempat murid tersebut dan bertanya apa yang sedang terjadi kepada mereka.

Ms Risma: “Hei, ada apa ini? Kok ribut sekali?”

Veren: “Ini Ms.. Si Citra mengubah naskah kita tanpa pemberitahuan
              terlebih dahulu.”

Valen: “Padahal, kemarin kita semua sudah setuju mau pakai naskah tersebut.”

Karina: “Iya Ms. Tapi malah diganti sama si Citra.”

Citra: “Terserah aku dong mau ganti apa engga!”

Ms Risma: “Sudah, sudah. Tidak perlu ribut. Sekarang Ms mau bertanya
                     kepada Citra.. Cit, kenapa kamu ubah naskah kelompokmu
                     seenaknya saja seperti itu?”

Citra: “Aku ngga suka sama naskahnya.”

Ms Risma: “Kalau kamu ngga suka, kan kamu bisa menyampaikan ide lain
                    kemarin saat diskusi.”

Citra: “Iya ya..” (sambil menunduk)

Ms Risma: “Jadi, sekarang kelompok kalian mau bagaimana?”

Citra: “Aku ketikkin dan print ulang deh naskahnya, sesuai dengan yang
           kemarin kalian sudah buat.”

Veren: “Bener nih, Cit?”

Citra: “Iya.. Terus, maafin aku ya teman-teman karena aku bersikap egois
           seperti ini.”

Karina: “Iya, ngga apa-apa kok.”

Valen: “Kita malah senang soalnya kamu sudah sadar kalo kamu salah..”

Ms Risma: “Nah.. Begini dong!”


Adegan 6
Setelah kejadian tersebut, Citra pun mengubah sifat buruknya menjadi baik. Karena Citra dan ketiga temannya sudah saling memaafkan, drama mereka pun berjalan dengan lancar pada saat hari pentas.

Veren: “Waah.. Drama kita akhirnya selesai juga!”

Karina: “Iya! Untung berjalan dengan lancar ya.”

Valen: “Ini semua berkat kerjasama yang baik..”

Citra: “Untung tadi aku ngga lupa dialog aku, hehe.”

Lalu, Ms Risma pun datang dan menghampiri mereka berempat.

Ms Risma: “Selamat ya! Drama kalian berjalan dengan lancar sekali tadi!”

Karina: “Iya Ms. Terima kasih!”

Citra: “Oiya Ms, nilai kelompok kami bagaimana?”

Ms Risma: “Sejujurnya, Ms suka sekali dengan alur cerita naskah kalian.
                     Namun, karena masalah yang terjadi dalam kelompok kalian
                     tempo hari, Ms harus tetap memberi kalian hukuman.”

Veren: “Hukuman apa Ms?”

Ms Risma: “Ms akan mengurangi nilai kerjasama kelompok kalian sebesar
                    10 poin.”

Valen: “Yaahh.. Tapi ngga apa-apa deh, Ms.”

Citra: “Iya.. Sekali lagi, maafin aku ya teman-teman.”

Karina: “Ngga apa-apa kok, Cit.”

Ms Risma: “Sudah, tidak usah dibahas lagi. Sekarang kan yang terpenting
                    kalian berempat sudah saling memaafkan.”

Epilog
Dari drama ini, kita bisa belajar untuk tidak egois dan bekerja dengan maksimal dalam setiap tugas yang kita dapatkan, baik tugas individu maupun kelompok. Kita juga bisa belajar untuk selalu bertanggungjawab atas semua tugas kita, terutma dalam tugas kelompok, supaya anggota kelompok yang lain tidak dirugikan oleh kesalahan kita sendiri. (Nikka 8H SMP Dian Harapan Daan Mogot)


S      E      L      E      S      A     I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar